NEWS

Duuhh.., Keluar dari Dalam Bandara Prof Udin Melenggang Tanpa Gelang

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Bisa jadi petugas pendata orang yang baru tiba dari Jakarta di Bandara Depati Amir, sedang lupa. Atau, mungkin petugasnya tahu, namun sungkan. Atau, entah demi alasan apa. Hingga satu orang penting terlewatkan.

Bila tiap penumpang yang baru turun dari pesawat Batik Air hari ini, Jumat, 24 April 2020 dikenakan gelang di salah satu pergelangan tangannya, lain halnya dengan Prof Saparudin Massarif.

Keluar dari pintu kedatangan Bandara Depati Amir, kedua tangan Udin polos. Hanya terlihat jam tangan berkilau stainless steel yang dikenakannya di pergelangan tangan kirinya. Sssstt.., dia melenggang tanpa gelang berwarna hijau, penanda Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Peristiwa itu tanpa sengaja terabadikan dalam jepretan Lensabangkabelitung.com, yang siang tadi memantau kedatangan penumpang Batik Air. Pesawat berkode penerbangan ID 6846 itu, mendarat pukul 13.32 di Bandara Depati Amir. Ada ratusan penumpang yang dibawanya.

Mungkin, karena sudah merasa dipergoki awak media, Udin pun terlihat buru-buru memanggil seseorang, saat sudah berada di luar pintu kedatangan. Gelang hijau berbahan kertas itupun akhirnya dipasangkan di tangannya. Kejadian ini juga sempat terekam oleh Lensabangkabelitung.com.

Akhirnya, dipasang saat sudah berada di luar

Meski akhirnya terpasang, jelas prosedur tak lazim. Karena gelang sudah mesti dikenakan oleh siapapun yang baru tiba, sejak dari dalam gedung terminal penumpang di Bandara Depati Amir.

Padahal, kepulangan Udin hari ini ke Bangka, seusai memenuhi undangan BNPB di Jakarta yang membicarakan tentang hal yang tak jauh dari fungsi pengawasan terhadap ODP. Tentang gelang dan aplikasi. Di sana, dia menemani pembuat aplikasi tersebut, Al Ghozi, seorang anak muda kreatif asal Bangka.

Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button