NEWS

Baru 600 Orang, Warga Terimbas Covid-19 Diminta Segera Lapor Disnaker Bangka untuk Dapat Bantuan

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra menjelaskan dalam waktu dekat Pemkab Bangka akan kembali melakukan pendataan terhadap orang-orang yang terimbas wabah Covid-19.

“Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan pendataan terhadap orang-orang yang terimbas oleh wabah Covid-19. Sementara ini data yang sudah masuk di Disnaker Bangka sudah sebanyak 600 orang lebih, jadi saat ini masih menunggu data lainnya,” ungkap Boy, Jumat 10 April 2020, via WhatsApp.

Dijelaskannya, untuk dapat masuk dalam daftar orang yang terimbas Covid-19 adalah, orang yang terkena PHK, pekerja yang dirumahkan, pedagang kecil atau yang lainnya.

Sementara, jika ada warga yang baru datang dapat mendaftarkan dirinya di web Covid-19, Bangka.go.id/form_deteksi, nantinya tim akan datang ke alamat yang bersangkutan.

Selanjutnya untuk warga yang terdampak Covid-19 nantinya akan mendapatkan bantuan sebesar 3 juta dalam bentuk sembako setiap bulannya selama 4 bulan.

“Jadi bagi masyarakat yang mengalami dampak Covid-19 ini segeralah mendaftarkan dirinya di Disnaker, supaya nantinya dapat menerima bantuan dari pemerintah. Bantuan ini tidak diperuntukkan bagi pedagang musiman. Saat ini kita masih menunggu dari setiap Kecamatan apabila sudah fix akan segera dikeluarkan Perbupnya,” jelasnya.

Bantuan untuk orang yang terimbas wabah covid -19  bagi pekerja formal seperti perusahaan akan dibantu didalam bentuk Kartu Pra kerja dari pusat sebesar Rp 3.550 000 selama 4 bulan dan  pekerja non formal seperti pedagang dibantu Pemkab Bangka, Disnaker bekerja sama dengan Dinas Sosial dan pusat melalui Jaringan Pengamanan Wosial  dibantu dalam  bentuk sembako dan bahan khusus lainnya.

Smeentara itu, untuk data terbaru saat ini pasien berstatus ODP di Kabupaten Bangka sebanyak 149 orang, selesai pemantauan 87 orang, PDP 5 orang, OTG 11 orang, dalam proses uji lab 3 orang dan pasien negatif 3 orang.

Untuk pengadaan di Dinas Kesehatan saat ini sudah ada alat rapid test, APD, masker. Dan untuk ruang isolasi perawatan pasien Covid-19, ada 5 ruang di RSUD Depati Bahrin dan petugas survailans dari Dinas Kesehatan.

“Setiap harinya mereka turun ke lapangan yang bertujuan untuk mencari orang-orang yang belum melapor. Kami berharap jika ada keluarga yang baru datang dari luar kota segeralah melapor,” harapnya.

Selaku juru bicara Covid -19 Boy Yandra mengimbau kepada
masyarakat untuk selalu memakai masker kalau keluar rumah dan selalu mencuci tangan sebelum memulai pekerjaan dan sesudah melakukan pekerjaan.

Penulis: Vera | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button