NEWS

Bantuan Langsung Tunai untuk Desa di Bangka Barat Belum Tersalurkan

Lensabangkabelitung.com, Muntok– Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari APBN berdasarkan amanat Kementrian Desa melalui Penyaluran Dana Desa belum terealisasikan atau tersalurkan kepada Masyarakat yang ada di 60 Desa di wilayah Kabupaten Bangka Barat, hal itu disampaikan langsung oleh Winda Kabid Pemberdayaan Masyarakat Desa seizin Suradi selaku Kadis Sosial dan Pemerintahan Desa.

“Kalau sampai sekarang sih BLTDD (Bantuan Langsung Tunai Dana Desa) tetap masih dalam proses untuk pengumpulan data dan juga dari gugus Covid-19 yang ada di desa,” kata Winda di Kantor Dinsospemdes Babar, 27 April 2020.

Meskipun BLT DD (Bantuan Langsung Tunai Dana Desa) belum tersalurkan, bukan berarti Dana Desa dari Kemendes untuk desa-desa yang ada di Bangka Barat belum cair. Winda mengatakan bahwa Dana Desa sebenarnya sudah cair, hanya saja untuk BLT-nya belum tersalurkan sebab masih dalam proses pengumpulan data KK (Keluarga) sasaran penerima bantuan yang sesuai dengan kriteria dari Kemendes yang kemudian akan disaring melalui Musyawarah Desa (Musdes).

“Sistemnya setelah Musdes, menentukan sasaran, sasaran ditentukan oleh musdes, Setelah didata kemudian disahkan oleh Bupati melalui Camat,” jelas Winda.

Kata Winda, bentuk dari BLT ini bisa tunai ataupun non-tunai dengan nilai pasti berjumlah enam ratus ribu rupiah diberikan sebanyak tiga kali selama tiga bulan kepada satu penerima atau sasaran yang sama.

Kriteria sasaran yang akan menerima bantuan ini adalah masyarakat yang terdampak Covid-19 yang telah kehilangan mata pencahrian, masyarakat miskin yang telah masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), kemudian masyarakat miskin yang tidak masuk DTKS namun dengan syarat tidak termasuk penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

“Yang jelas idealnya penyalurannya itu di tiga bulan, April Mei Juni idealnya, tiga kali untuk sasaran yang sama, tiga dikali 600 ribu,” ujar Winda.

BLT DD ini tidak mempunyai kuota untuk penerima bantuan, dalam artian jumlah penerimanya bergantung pada besaran alokasi Dana Desa yang diperuntukan BLT DD yang kemudian disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta data penerima yang telah ditetapkan. Untuk Desa yang menerima Dana Desa sebesar Rp 800 juta akan diserap 25% untuk alokasi BLT DD, kemudian untuk Desa yang menerima Dana Desa lebih dari 800 juta hingga 1,2 Miliar akan diserap 30% untuk alokasi BLT DD.

“Kita tidak menentukan kuota, tapi hanya persentase dari estimasi dari jumlah dana desa yang mereka terima, tapi bukan berarti itu semua harus kita cairkan, tapi disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada dengan data yang sudah kita tetapkan tadi” jelas Winda.

Kata Winda, dalam menjalankan amanat Kementrian Desa ini Pemkab Bangka Barat hanya sekedar meneruskan saja, karena anggaran yang digunakan merupakan Dana Desa dari Desa itu sendiri.

Untuk Bulan April ini kata Winda seharusnya BLT DD sudah bisa disalurkan, namun berhubung informasi terkait itu baru sampai pada tanggal 15 April 2020 maka penyaluran masih dalam proses dan akan secepatnya direalisasikan pada bulan ini bila memungkinkan.

“Kalau bisa bulan April ini sudah bisa tersalurkan ya Kita coba, namun tergantung data yang kita dapatkan dari desa,” demikian Winda.

Penulis: Sepri | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button