LENSA POLITIKNEWS

Tak Ada Dukungan Ganda di Musda Golkar, Surat Bermeterai Jadi Bukti Sikap 4 DPD

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Membentangkan surat bertandatangan dan dibubuhi meterai di hadapan awak media, Machrizal memperlihatkan surat pernyataan yang ditujukannya kepada Pimpinan Musda V Partai Golkar. Di depan Sekretaris DPD II Partai Golkar Kota Pangkalpinang itu, terbentang pula surat serupa dari DPD Partai Golkar Bangka Barat, DPD Partai Golkar Bangka Selatan, DPD Partai Golkar Belitung. Isinya sama-sama mencabut dan mengalihkan dukungan.

Bersama perwakilan pimpinan Partai Golkar tingkat dua lainnya, mereka merasa tak terima atas keputusan sewenang-wenang Steering Committee Musda Partai Golkar yang menyatakan dukungan ganda.

“Menyatakan dengan sungguh-sungguh bahwa kami mendukung, mencalonkan, dan memilih Bapak Bambang Patijaya SE MM, sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masa bakti 2002-2025, dan tidak mencalonkan nama lain,” demikian bunyi surat bertanggal 15 Maret 2020 yang ditunjukkan Machrizal dalam konferensi pers yang dilangsungkan Rabu, 18 Maret 2020 kepada sejumlah awak media.

“Dengan ditandatangani surat ini, maka dengan ini kami menyatakan mencabut surat dukungan untuk Hendra Apollo ST, M.SI,” bunyi kalimat yang tertera di bawahnya.

Pada konferensi pers itu, dihadiri oleh Eddy Iskandar Sekretaris Kosgoro , R. Suyatno dan Ferdy Hermawan dari SOKSI, Prima Kurnia AMPI, Jafri Ketua Golongan Karya Belitung Timur, Irianto Tahor Ketua DPD Partai Golkar Kota Pangkalpinang, Machrizal Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Pangkalpinang, dan Firmansyah Levy Sekretaris DPD Partai Golkar Bangka.

Eddy Iskandar yang menjadi juru bicara utama pada konferensi pers itu mengatakan Panitia Musda (SC) melakukan intervensi kepada pimpinan sidang dan SC ingin menjadi pemain yang ikut menentukan keputusan dan hasil musda tanpa melibatkan peserta musda yang merupakan pemegang kedaulatan di dalam musda.

“Dalam pandangan umum yang disampaikan masing masing 12 peserta musda, dinyatakan dengan jelas, baik lisan maupun tertulis 7 pemilik suara memberikan dukungan kepada Bambang Patijaya, sedangkan Hendra Apollo hanya mendapatkan 3 dukungan,” ujar dia.

Namun hal tersebut, diakui Eddy, terasa aneh jika Panitia Musda (SC) membuat ketetapan berbeda dari yang disampaikan oleh para peserta dan pemegang hak suara, dan memaksakan ketetapan panitia (SC) tersebut menjadi keputusan musda.

“Pada saat Penyampaian hasil penjaringan, Panitia (SC) kembali dengan sengaja tidak mengakui dukungan yang disampaikan oleh ormas yang mendirikan Partai GOLKAR dan ormas yang didirikan Partai GOLKAR, tanpa ada alasan, tanpa ada konfirmasi apalagi verifikasi,” ujar dia.

Sebelumnya, terkait dengan suara 4 DPD tingkat 2 yang menarik dukungan dari Hendra Apollo dan kemudian mengalihkannya kepada Bambang Patijaya, menurut Ketua Steering Committee Musda V partai Golkar Bustami, itu diputuskan sebagai dukungan ganda. Dan, selanjutnya dinyatakan tidak sah.

“Kalau bicara dukungan ganda, kita punya prinsip sangat-sangat sadar. Masing-masing DPD itu punya satu hak suara. Nah, kalau mereka memberikan dukungan, artinya mereka tidak legitimate, mereka sadar punya hak satu suara. Tapi mengapa mereka sampai memberikan dua dukungan. Secara tertulis. Makanya, kita putuskan ini jangan sampai terjadi lagi, kita nol-kan. Jadi kita gugurkan dukungan ini dua-duanya. Sudah cacat hukum,” kata Bustami, kepada awak media beberapa saat setelah Musda V Partai Golkar berakhir dengan penghentian, Selasa, 17 Maret 2020 lalu.

Pengguguran dukungan, dikatakannya juga dilakukan pada surat dukungan yang tidak komplit. “Ada surat yang tidak punya tanggal. Mulai dari dukungannya, dari kata per kata surat dukungan itu kita teliti,” kata Bustami memberi alasan.

Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button