NEWS

9 Penambang Jadi Tersangka di Kasus Sijuk, Satpol PP Segera Menyusul

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Kasus kericuhan di Sijuk antara penambang dengan rombongan Wakil Gubernur Abdul Fatah bersama Satpol PP mulai menunjukkan perkembangan. Penyidik Polres Belitung sudah menetapkan status tersangka terhadap pihak terkait dalam peristiwa tersebut.

Kapolres Belitung AKBP Ari Mujiono membenarkan sudah ada pihak yang dijadikan tersangka dalam kasus tersebut. Namun dia belum bersedia berkomentar banyak terkait kasus tersebut.

“Iya nanti lihat saja perkembangannya. Nanti bisa dicek secara langsung. Ada tiga laporan dan ketiganya ada tersangkanya. Jadi banyak tersangkanya,” ujar Ari kepada wartawan usai menghadiri Sertijab Wakapolda Babel di Gedung Tribrata Mapolda Bangka Belitung, Selasa, 18 Februari 2020.

Terkait apakah dari anggota Satpol PP ada yang menjadi tersangka, Ari juga belum mau berkomentar banyak. Dia mengatakan tetap akan menindaklanjuti ketiga laporan yang masuk ke kepolisian.

“Ini sudah ada titik terang. Kita belum menetapkan karena prosesnya masih berjalan. Semua laporan ditindaklanjuti dan tidak ada yang tidak ditindaklanjuti,” ujar dia.

Sementara berdasarkan data yang dihimpun wartawan dari salah satu sumber menyebutkan penetapan tersangka adalah dari pihak penambang untuk dua laporan polisi yang disampaikan Satpol PP, yakni kasus pengerusakan dan penganiayaan.

“Sementara ada 9 orang tersangka. 8 orang tersangka untuk kasus pengerusakan. Dan satu orang penambang untuk kasus penganiayaan. Untuk pelaku lain masih pendalaman,” ujar dia.

Sumber tersebut juga mengatakan untuk kasus pembakaran yang dilaporkan pihak penambang belum ada satu pun anggota Satpol PP yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Kasus pembakaran oleh Satpol PP yang dilaporkan penambang masih proses pendalaman saksi dan dalam waktu dekat akan dilakukan gelar untuk penetapan tersangka dari Satpol PP,” ujar dia.

Peristiwa penyerangan rombongan Wakil Gubernur Bangka Belitung Abdul Fatah bersama Satpol PP saat melakukan penertiban tambang timah ilegal terjadi di Kawasan Hutan Lindung Geosite Desa Sijuk Kecamatan Sijuk Kabupatan Belitung, Sabtu, 2 November 2019 lalu.

Akibat kejadian itu, puluhan anggota Satpol PP terluka. Bahkan Wakil Gubernur Abdul Fatah turut jadi korban intimidasi dan penganiayaan. Buntut perseteruan itu penyidik menerima tiga laporan polisi, yakni dua laporan Satpol PP terkait penganiayaan dan pengrusakan serta satu laporan penambang yang tidak terima peralatan tambang milik mereka dibakar.

Penulis : vio

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button