NEWS

Sudah 17 Hari Wagub Babel Diserang Penambang, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Kasus penyerangan rombongan Wakil Gubernur Bangka Belitung Abdul Fatah bersama Satpol PP oleh penambang timah ilegal sudah 17 hari berlalu. Namun hingga saat ini, kasus yang terjadi di aliran sungai Sengkelik Kawasan Hutan Lindung Geosite Desa Sijuk Kecamatan Sijuk Kabupatan Belitung, Sabtu, 2 November 2019 itu belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

Padahal akibat kejadian itu, kendaraan dinas Wakil Gubernur dan kendaraan operasional penertiban dirusak para penambang ilegal.

Puluhan anggota Satpol PP menderita luka akibat penyerangan itu. Bahkan Abdul Fatah diintimidasi dengan didorong hingga terduduk dan dipaksa berendam di sungai setinggi leher. Disisi penambang juga menderita kerugian akibat peralatannya dibakar Satpol PP.

Terkait perkara tersebut, Kepala Bagian (Kabag) Operasi Polres Belitung Komisaris Erlichson mengatakan kasus itu masih sedang dalam proses oleh pihaknya.

“Sedang proses. Kita masih memeriksa saksi dan melengkapi alat bukti. Belum ada tersangka,” ujar Erlichson kepada Lensabangkabelitung.com melalui pesan WhatsApp, Selasa, 19 November 2019.

Menurut Erlichson, penyidik sudah memeriksa Satpol PP, masyarakat, kades dan kehutanan. Seluruh barang bukti pun masih disita di Polres.

“Nanti sebelum penentuan TSK, ada gelar perkara dulu,” ujar dia.

Erlichson membantah jika pihaknya disebutkan mengalami sejumlah kendala sehingga lama memproses kasus tersebut.

“Tidak ada kendala. Hanya butuh waktu saja karena saksi-saksi ada yang di luar Belitung posisinya,” ujar dia.

Sebelumnya Kapolda Bangka Belitung Brigadir Jenderal Istiono mengatakan polisi akan memproses hukum kedua belah pihak, baik kubu penambang maupun Satpol PP.

“Penambang terkait tambang ilegal dan penyerangan itu, sedangkan Satpol PP karena melakukan pembakaran. Intinya dua-duanya diproses,” ujar dia.

Penulis : vio

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button