NEWS

Dua Bulan Tak Digaji, Karyawan Smelter ISP Ngadu ke Disnaker Bangka

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Sebanyak 12 orang perwakilan pekerja smelter Inti Stania Prima (ISP) Kawasan Industri Jelitik Sungailiat mendatangi Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerindag) Kabupaten Bangka untuk mengadukan nasib mereka, Kamis (20/9/2018).

Kedatangan mereka untuk menuntut pihak perusahaan agar membayar gaji yang sudah dua bulan dan insentif lembur saat lebaran yang belum dibayar oleh pihak perusahaan.

“Kami datang kesini minta bantu ke disnaker untuk menyelesaikan permasalan kami dengan perusahaan, masalah tunggakan gaji, dua bulan belum dibayarkan, mulai Januari dibayar hanya 40 persen, pada Juli dibayar 50 persen, Agustus full belum dibayar dan insentif lebaran atau lembur saat lebaran belum dibayar.alasannya pabrik lagi stop,” jelas Ruslan perwakilan pekerja smelter ISP. 

Sebelum melaporkan hal ini ke disnaker, pihak pekerja, kata Ruslan, sudah pernah mengadukan ke atasan, akan tetapi tidak ada titik terang mengenai kejelasan kapan hak mereka tersebut akan dibayarkan.

“Kami sudah mencoba melapor ke atasan, tetapi tidak ada titik terang, hanya disuruh bersabar, sekarang kami sudah dirumahkan sejak dua hari ini, dirumahkan itu belum ada kesepakatan dibayar berapa, karena tidak produksi lagi maka dilakukan pengurangan orang,” sesal Ruslan.

Dia berharap agar pihak Disnakerindag Kabupaten Bangka bisa menyelesaikan masalah pembayaran gaji tersebut dan juga berupaya untuk dipekerjakan kembali oleh pihak perusahaan ISP.

Ruslan menceritakan sudah bekerja selama enam tahun di ISP. Pembayaran gaji sebelumnya sempat lancar, tetapi sejak Januari 2018 pembayaran gaji mulai tidak lancar.

Pihaknya, kata dia, juga menanyakan ke pihak Disnaker Kabupaten Bangka mengenai perjanjian kerja karena selama tahun ini, kontrak kerja mereka diperpanjang selama per tiga bulan sekali.

“Makanya kami mau mengadukan ke disnakerindag mengenai permasalahan ini juga. Selama dirumahkan kontrak kerja kami masih berlaku sampai November 2018,” ungkap Ruslan.

Pihaknya juga, lanjut dia, sudah mengadu ke Pengawas Tenaga Kerja Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dimana pihak pengawas tenaga kerja provinsi tersebut akan datang ke smelter ISP untuk menanyakan langsung kepada pihak perusahaan mengenai pembayaran gaji yang ditunggak dan alasan merumahkan karyawan.

Sementara itu Plt Kabid Hubungan Industrial Indra Saptriansyah berjanji akan menindaklanjuti laporan karyawan smelter ISP.

“Sesuai dengan UU No 2 Tahun 2004 tentang penyelesaian hubungan industrial, langkah pertama kami akan lakukan klarifikasi ke pihak perusahaan kebenarannya bagaimana, kami akan panggil pihak perusahaan dan pekerja untuk berunding di dinas, “jelasnya.

Jika perusahaan menyalahi aturan, lanjut Indra, maka ada sanksi yang telah diatur secara spesifik masing masing perusahaan. 

“Untuk lembur ada sanksinya dan denda, misalnya upah kurang dari upah minimum ada sanksinya, tetapi harus ada perundingan musyawarah mufakat dulu, kemudian dari pegawai pengawas akan mengeluarkan nota, seandainya nota itu tidak dilanjuti, nanti penyidik pegawai negeri sipil yang akan memproses itu. Harapan kita kasus ini bisa diselesaikan dengan baik secara musyawarah mufakat,”katanya.

Penulis : Vera

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button