NEWS

KNPI Babel Kecam Arogansi Oknum Polisi

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Beberapa hari yang lalu publik di Bangka Belitung (Babel) kembali di gegerkan dengan beredarnya video kekerasan dan pemukulan yang dilakukan oknum polisi AKBP Yusuf yang berdinas di Polda Babel terhadap seorang wanita dan anak-anak di minimarket daerah Selindung Pangkalpinang.

Tidak hanya tendangan yang dilayangkan oknum polisi tersebut, pukulan dengan sandal juga menghantam wajah perempuan paruh baya yang sudah memohon ampun. Terdengar juga tangisan anak kecil dalam video berdurasi sekitar 30 detik itu.

Dari video tersebut, perempuan berbaju hijau dengan temannya yang duduk di sebelahnya, diduga telah melakukan pencurian yang membuat si oknum murka. Video kekerasan oknum polisi tersebut mendapat reaksi beragam dari netizen dan masyarakat. Salah satu reaksi keras datang dari KNPI Babel.

Ketua KNPI Babel Muhamad Irham mengutuk aksi brutal tindakan tersebut. Menurutnya tidak sepatunya seorang anggota kepolisian melakukan tindakan tersebut. “Tindakan tersebut tidak sejalan dengan upaya menghilangkan arogansi kekuasaan dan menekan kekerasan eksesif yang dilakukan anggota Polri,” kata Irham, Jum’at.

Senada dengan Irham, kritik keras juga disampaikan oleh Wakil Ketua Bidang Hukum HAM dan Hubungan Luar Negeri KNPI Babel Syafri Hariansah. Menurutnya, terlepas adanya dugaan perbuatan pidana yang dilakukan wanita di video tersebut tidak sepatutnya dilakukan tindakan barbar apalagi terhadap seorang wanita dan parahnya di depan anak-anak.

“Aksi biadap ini merusak citra polri sendiri, pak Tito (Kapolri-red) udah kerja keras buat bangun public trust dgn visi kerja Polri yang Profesional, Modern, dan Terpercaya (Promoter), dalam hemat saya tindakan ini jauh dari 3 aspek itu, parahnya lagi peran polri sebagai sosok pelindung, pelayan, dan pengayom masyarakat sepertinya hanya sebuah adagium saja,” ujarnya.

KNPI Babel, juga mengapresiasi tindakan cepat yang diambil Polri sebagai langkah tegas menyelamatkan wibawa lembaga kepolisian. Menurutnya, langkah Kapolri untuk menonaktifkan AKBP Y adalah langkah yang tepat. Ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Babel yang berani memviralkan video tersebut.

“Sikap seperti ini harus kita bangun terus sebab dalam era saat ini peran msyarakat menjadi penting. Kita juga berharap kasus ini tidak berhenti pada mutasi atau penonaktifan pada jabatan tertentu saja, saya pribadi mendorong adanya transparansi dalam proses penegakan hukum jika memang AKBP Y terbukti bersalah maka beliau harus menjalani proses hukum,”katanya.

Peristiwa ini, lanjut dia, mestinya jadi pelajaran yang berharga, aksi main hakim sendiri adalah tindakan keji dan mengenyampingkan prinsip penting penegakam hukum apalagi dilakukan oleh anggota Polri.

“Di era moderen polisi dituntut untuk lebih dinamis dan progresif dalam menyikapi persoalan-persoalan hukum di masyarakat. Polri itu menjamin kententraman di masyarakat jangan buat gaduh di masyarakat,”ujarnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan, tindakan AKBP Y jelas bertentangan dengan prinsip HAM yakni pada kententuan CEDAW atau ICEDAW (International Convention on Elimination of All Forms of Discrimation Againts Women) sebuah kesepakatan hak asasi internasional yang secara khusus mengatur hak-hak perempuan.

Konvensi ini, lanjut dia, mendefinisikan prinsip prinsip tentang hak hak manusia, norma-norma dan standar-standar kelakuan dan kewajiban dimana negara-negara peserta konvensi sepakat untuk memenuhinya. Konvensi ini juga bicara tentang penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan.

“Sekali lagi KNPI Babel mendorong semua pihak untuk mengawal proses ini hingga selesai.

Proses hukum harus jalan, jika terbukti perempuan dan anak dalam video tersebut melakukan perbuatan pidana maka harus tetap di proses begitu juga dengan AKBP Y. Itu yang nama nya equality before of law,”katanya.

Release

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot gacor