NEWS

Ratusan Umat Buddha Hadiri Perayaan Dharmasanti Waisak di Belitung 

Lensabangkabelitung.com, Belitung – Perayaan Dharmasanti Waisak 2562 Buddhis Era, di Pandan House Resto, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, berlangsung meriah. Ratusan umat Buddha hadir memadati lokasi acara yang digelar Kamis, 7 Juni 2018.

Hadir Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah, Kapolda Brigjen Syaiful Zachri, Danrem 045/Garuda Jaya Kolonel Inf Dadang Arif Abdurahman, Danlanal Kolonel Laut (P) Iwan Kuswanto, Danlanud Letkol Pnb Akal Juang, Pjs Bupati Belitung Sahirman Jumli, Kajari Belitung Sekti Anggreini, Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana dan pejabat lainnya.

Dari unsur internal, hadir Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Caliadi, Pembimas Buddha Bangka Belitung Wisnu Widianto, dan para pemuka agama Buddha nasional dan lokal Bangka Belitung lainnya.

Tarian Gending Sriwijaya mengawali pembukaan acara. Tarian ini sarat sejarah. Berasal dari masa kejayaan kemaharajaan Sriwijaya yang mencerminkan sikap tuan rumah yang ramah, gembira dan bahagia, tulus dan terbuka terhadap tamu yang datang.

Ketua Panitia Dharmasanti Waisak 2562 BE, Bambang Patijaya dalam sambutannya mengatakan perayaan Waisak yang bertema Harmoni Serumpun Sebalai, untuk menunjukkan perhatian umat Buddha di Bangka Belitung dan Indonesia, dalam menjunjung tinggi kebersamaan dalam keberagaman.

“Sebetulnya kata-kata Harmoni Serumpun Sebalai ini adalah perwujudan Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks lokal Bangka Belitung,” ujar pria yang akrab disapa BPJ, itu.

Menurut BPJ, rangkaian perayaan Waisak tahun ini dimulai sejak 29 April 2018 lalu, dengan diawali aksi donor darah yang dilakukan serentak di Tanjungpandan, Sungailiat, dan Pangkalpinang.

Saat itu, terkumpul 172 kantong darah untuk disumbangkan ke PMI. Kemudian, ada juga Ngedulang Waisak, yang berupa makan bersama di Puri Tri Agung Sungailiat.

Rangkaian perayaan Waisak, juga diisi dengan penghijauan dan pelepasan burung bekerjasama dengan Yayasan Gunung Mangkol Lestari. Ada juga napak tilas di Kota Kapur, bersedekah nasi kotak melalui kerjasama dengan Umah Ubi Atok Kulop, dan membersihkan makam pahlawan di Sungailiat, Tanjungpandan dan Pangkalpinang. Puncak perayaan ditutup dengan acara Dharmasanti Waisak yang dilangsungkan di Belitung, ini.

“Dari beberapa rangkaian acara dapat kami tularkan semangat Harmoni Serumpun Sebalai kepada umat Buddha di Bangka Belitung. Semangat ini adalah kearifan lokal kita,” ujarnya.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Budha Kementerian Agama RI, Caliadi mengapresiasi atas perayaan Dharmasanti Waisak di Bangka Belitung yang menitikberatkan pada menjaga kebhinnekaan dan kebersamaan.

“Ini sejalan dengan tema pusat, ‘Bertindak baik, berucap baik, dan berpikir baik untuk memperkokoh keutuhan bangsa’,” ucapnya.

Dikatakannya, sebagai bangsa yang besar, salah satu yang terpenting dalam rangka kelangsungan berbangsa dan bernegara adalah kerukunan antar umat beragama. Perbedaan adalah sebuah anugerah Tuhan yang harus dijaga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Melalui momentum Waisak 2562 Buddhis Era ini, mari sebagai umat Buddhis dapat melakukan sesuai dengan ajaran Buddhis, menjaga dan memelihara toleransi agar kehidupan beragama dapat terjalin sepanjang masa. Semoga berkah Dharmasanti Waisak di Bangka Belitung ini senantiasa memberi kedamaian dan kebahagaiaan bagi kita semua,” tuturnya.

Apresiasi atas kesepakatan tuan rumah penyelenggaraan Dharmasanti Waisak dilangsungkan di Belitung, disampaikan Wakil Gubernur Abdul Fatah. Terlebih, sebelumnya dia juga menyempatkan hadir di acara Ngedulang Waisak di Sungailiat.

“Ini keseimbangan. Kita awali perayaan di Bangka, dengan tidak melupakan untuk merayakan puncak acaranya di Belitung ini,” ujar wagub.

Adapun Bhante Dhammasubho Mahathera yang berkesempatan menyampaikan hikmah Waisak, mengatakan tema Harmoni Serumpun Sebalai yang selaras dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika merupakan kalimat yang nilainya sangat tinggi, karena terkandung bahasa hati di dalamnya.

“Bahasa hati sesungguhnya adalah bahasa rasa. Kalau seseorang sudah kehilangan bahasa rasa dan tanpa rasa, maka tidak ada harapan dalam hidup ini. Untuk itu marilah kita ungkapkan bahasa rasa,” ujarnya.

Harmoni Serumpun Sebalai, dikatakannya juga dapat menjadi sabuk pengikat dan menjadi sandaran antara pemimpin dengan rakyatnya.

Karena perayaan Waisak tahun ini bertepatan dengan umat Muslim beribadah puasa Ramadan, ucapan selamat berpuasa juga disampaikannya. “Saya juga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada saudara-saudara kami yang beribadah puasa,” ucapnya.

Penulis : Ucup

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button