NEWS

Sidak di Tiga Lokasi, Asyraf Temukan Masih Ada Prostitusi di Kota Pangkalpinang

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Penjabat sementara (Pjs) Walikota Pangkalpinang, Asyraf Suryadin mengeluhkan masih adanya kegiatan prostitusi terselubung berkedok hiburan malam.

Hal itu diketahui ketika mendatangi satu persatu wisma di sejumlah tempat hiburan malam di Kota Pangkalpinang.

Ketika memimpin sidak Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama tim gabungan, Sabtu (26/05/2018) malam, Asyraf menemukan banyak kejanggalan di tiga tempat hiburan malam, yakni kawasan Teluk Bayur, Parit Enam dan Pasir Padi.

Sidak Penyakit Masyarakat (Pekat) ini melibatkan unsur Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kodim 0413/Bangka, Polres Pangkalpinang, Satpol PP, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan.

Ia menyebutkan baru pertama kali mendatangi lokasi tersebut dan mengaku terkejut setelah mengetahui keadaan sebenarnya yang di luar dugaan.

Di wisma-wisma yang didatangi, suasana terlihat ramai diiringi bisingnya suara musik yang terdengar hingga di luar wisma.

“Kami temukan banyak kejanggalan di tiga lokasi tersebut. Baik masalah perizinan dan keberadaan wanita penghibur,” ungkap Asyraf Suryadin.

Dari hasil pemantauan dan penyusuran satu persatu wisma yang dihuni para pekerja tempat hiburan, ia menyebutkan banyak aturan yang telah dilanggar oleh para pengelola tempat hiburan tersebut. Bahkan Asyraf menengarai adanya praktik prostitusi berkedok karaoke.

“Luar biasa, banyak sekali aturan yang dilanggar. Jika dibiarkan ini bisa menjadi penyakit bagi masyarakat dengan adanya lokasi prostitusi terselubung ini,” tegasnya.

Terhadap temuan ini, kata Asraf, Pemkot Pangkalpinang segera mengambil sikap dengan melakukan pemanggilan kepada semua pemilik wisma di tiga lokasi tersebut.

Mereka akan didata dan diberikan pembinaan secara khusus, baik bagi pemilik maupun wanita penghibur.

Sekretaris MUI Kota Pangkalpinang, Zainudin menegaskan bahwa kegiatan prostitusi terselubung tidak bisa ditolerir. Karena berdampak secara luas bagi kehidupan masyarakat.

Sebab itu, kata Zainudin, MUI secara resmi mendesak Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk mencabut izin setiap kegiatan yang berkedok prostitusi terselubung.

“Kalau ada tempat seperti ini maka akan banyak warga yang datang. Inilah yang menjadi sumber penyakit masyarakat. Segera hentikan kegiatan prostitusi terselubung di Kota Pangkalpinang,” tegas Zainudin.

Penulis : Yudi

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button