ARTIKELOPINI

Menimbang Kesejahteraan Aktor Pendidikan di Bangka Selatan

Oleh: Ahmad Habibi, S.Sos.I., S.Ag., M.Hum (Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Bangka Selatan)

NASIB bangasa di tangan generasi muda dan nasib generasi muda di tangan guru. Kalimat ini menarasikan bahwa majunya suatu bangsa sangat ditentukan oleh guru karena guru menepati posisi paling sentral dalam lingkar pembangunan manusia. Maka sudah seharusnya yang menjadi perhatian bagi suatu bangsa atau daerah adalah bagaimana nasib (kesejahteraan) para guru di daerah tersebut.

Sejatinya, guru adalah Maestro Pendidikan, di tangan guru sumber daya manusia dibentuk, dipoles dan diasah agar menjadi pribadi yang kompeten, berintegritas dan berdaya saing sehingga bisa menciptakan masa depan yang cerah bagi suatu daerah. Hasil dari olah tangan guru, generasi emas akan tumbuh dan menjadi pionir-pionir bangsa dalam segala bidang pembangunan.

Kontribusi guru sungguh tidak bisa dipungkiri, baik dalam kancah nasional maupun internasional, karena guru menjadi salah satu pahlawan peradaban dan keberadaban manusia dari masa tradisonal sampai dengan dunia modern saat ini.

Salah satu peristiwa bersejarah yang tidak boleh lupakan pada tahun 1945 saat Jepang luluh lantah karena dihancurkan oleh Sekutu dengan bom atom. Keadaan ini menstimulus Kaisar Jepang Hirohito sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di negaranya dengan bergegas mengumpulkan petinggi-petinggi negara dan bertanya: “Berapa jumlah guru kita yang masih hidup?” Pertanyaan ini tentu memiliki makna yang sangat mendalam bagi kita sebagai pewaris sejarah.

Dengan kata lain bahwa seolah Kaisar Jepang ingin mengatakan bahwa untuk membangun ulang suatu tatanan Negara yang hancur lebur adalah dengan peran guru. Karena gurulah yang akan merekonstruksi konsep pembangunan generasi muda Jepang kala itu. Gurulah yang nantinya akan mendidik anak-anak menjadi generasi yang berilmu pengetahuan, berkarakter dan berambisi untuk membangun negara secara berkesinambungan. Buktinya, sampai saat ini jepang mampu menjadi sebuah negara yang maju dengan memiliki ciri khas atau karakter dan budaya yang sangat luhur. Bahkan secara prestasi Jepang masuk pada 20 besar negara yang memiliki Indek Pembangunan Manusia terbaik di dunia.

Dari sejarah inilah kita dapat mengalisa pembanguan Sumber Daya Manusia harus diutamakan dan menjadi prioritas bagi pembangunan suatu bangsa. Pembangunan infrastruktur ataupun pembangunan atmosfer ekonomi sekalipun harus disesuaikan dan sejalan dengan pembangunan sumber daya manusia karena sektor tersebut tidak akan berjalan dengan baik tanpa diiringi dengan suprastruktur (SDM) yang berkualitas dan berkapasitas serta suprastruktur (SDM) yang unggul hanya lahir dari olah proses para guru yang berkompetensi tinggi.

Maka narasi ini memberikan kesadaran bagi kita bahwa keberadaan dan peran guru sangat penting dan strategis dalam membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara karena kehadiran guru mampu melakukan transformasi sosial, budaya, ekonomi, dan politik sekalipun bagi suatu bangsa atau daerah. Melalui tangan-tangan guru, generasi muda akan merajut dan menatap masa depan bangsa atau daerahnya dengan penuh kepercayaan diri dan jiwa patriot yang tinggi.

1 2 3Next page

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button