LENSA POLITIKNEWS

Rapat Banggar DPRD Babel Berlangsung Alot, Ini Bahasannya

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Rapat Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berlangsung alot. Usai menggelar rapat Pendapatan Asli Daerah (PAD), dalam pekan ini lembaga legislatif bangka belitung konses membahas rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2022.

Rapat yang berlangsung Rabu, 6 Oktober 2021, menghadirkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Yang diwakil langsung Sekda Bangka Belitung, Naziarto selaku Ketua TAPD.

Ketua DPRD Babel, Herman Suhadi  berpesan secara khusus agar Tim Anggaran lebih bijaksana lagi dalam merumuskan arah kebijakan anggaran di tahun 2022 di setiap pembangunan sehingga menjadi lebih baik.

“Rumah sakit RSUP itu sudah dibangun sejak beberapa tahun yang lalu. Kami meminta agar manajemen di RSUP ini diperbaiki. Ke depan harus ada peningkatan manajemen dengan baik. Bijak-bijaklah menggunakan anggaran yang tidak seberapa itu,” tegasnya.

Rapat pembahasan KUA PPAS TA 2022 itu bertujuan untuk menetapkan arah kebijakan pendapatan, pembiayaan dalam belanja daerah dalam satu tahun ke depan tersebut dimulai dengan mendengarkan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD.

Dalam penyampaian pokir tersebut, Ketua Fraksi Golkar Heryawandi meminta agar kebijakan anggaran di tahun 2022 mendatang dapat mengakomodir peserta BPJS.

Menurutnya, selama ini tercatat melakukan pembiayaan secara mandiri namun tidak mampu lagi melanjutkan pembayaran sehingga terancam tidak mendapatkan pelayanan pengobatan secara gratis.

“Yang kita temui selama ini di lapangan, BPJS tidak berlaku ketika ada kecelakaan yang tidak dilaporkan. Hal ini karena masyarakat desa masih enggan untuk membuat laporan, sehingga membayar biaya pengobatan sendiri,” bebernya.

Berkaitan dengan masyarakat yang belum memiliki BPJS Kesehatan, pihak legislatif menyarankan agar dinas terkait menyampaikan bahwa pemprov telah mengakomidir sebagaimana dilaksanakan lewat skema pembiayaan bantuan iuran. Tercatat, sebanyak 64.017 orang yang telah dijamin melalui skema PBI tersebut.

Sebelumnya, DPRD Babel mengajak tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bersinergi mengenjot PAD. Harapannya, roda ekonomi masyarakat berjalan baik.

“Kita bersyukur atas capain yang kita harapkan, dan selanjutnya kita berencana dan merencanakan InsyaAllah tercapai, kita akan melakukan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), paling besar perkiraan meningkat 8 persen,” tutur Herman Suhadi terpisah.

Dengan begitu, pihaknya menargetkan bersama TAPD, pada 2022, tahun depan PAD Babel akan meningkat sebesar Rp 70 miliar.

Adapun hasil rapat Banggar tersebut, khususnya dalam kebijakan pembelanjaan, bahwa DPRD tetap mengutamakan skala prioritas yang dibutuhkan masyarakat saat ini.

“Misalnya sektor pertanian, bahari dan sarana prasarana penunjang seperti jalan, akan tetap kita prioritaskan,” terangnya.

Rapat internal Banggar disampaikan telah berjalan sepekan lebih. Mulai pembahasan mengenai pendapatan, pembelanjaan dan pembiayaan sampai rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara. Info terakhir, rapat banggar pun masih berlangsung.

Penulis: Mohammad Rahmadhani | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button