NEWS

PLN Berupaya Keras Lekas Normal, Frekuensi Pemadaman Digilir Seadil Mungkin

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Rusaknya komponen pada MPP 25 MW, cukup membuat layanan kelistrikan di Pulau Bangka terganggu. Sebab, MPP 25 MW itu selama ini menjadi andalan sebagai pembangkit terbesar yang melayani sistem kelistrikan Bangka.

PLN jelas tak tinggal diam. Proses pemulihan pun segera dilakukan, meski masih memakan waktu. Sembari menanti kinerja MPP 25 MW buatan General Electric itu yang dalam perbaikan, PLN juga mengupayakan cadangan dengan mendatangkan komponen pembangkit dari Riau.

“Untuk mempercepat pemulihanan dilakukan dengan beberapa kegiatan secara paralel, yaitu mendatangkan komponen engine dari Riau, peralatan pendukung dari Jakarta disamping itu di site juga sedang bekerja expert pembangkit MPP yang didukung expert dari General Electric,” ujar General Manager PLN UIW Babel Amris Adnan, Kamis (7/10/2021) kepada wartawan yang diajaknya meninjau langsung kondisi mesin di pembangkit Air Anyir.

Dijelaskannya, progres pengangkutan komponen engine dari Riau saat ini sedang dalam proses persiapan pengangkutan.

Adapun progres pekerjaan perbaikan engine saat ini sedang dalam tahap investigasi oleh expert dan tim. Proses perbaikan engine ini diperkirakan akan selesai akhir Oktober ini.

Sembari menanti proses kelistrikan kembali normal, adanya pemadaman bergilir tak terelakkan.

“Kami coba melakukan pemadaman itu seadil mungkin. Sudah dibuat sedemikian rupa, tiap wilayah itu 2 jam. Dikenakan untuk keseluruhan wilayah, dan digilir. Kita membuat semuanya merata,” ujarnya.

Agar kelistrikan normal, PLN juga sebenarnya telah mempersiapkan solusi jangka panjang dengan pembangunan Kabel Laut Interkoneksi Sumatera-Bangka yang ditargetkan selesai akhir tahun ini.

Dengan terselesaikannya proyek tersebut, Bangka nantinya akan mendapatkan tambahan daya hingga 250 MW.

Selain itu, lanjutnya, diinformasikan bahwa saat ini PLN UIW Babel sedang melakukan penambahan kapasitas melalui relokasi 7 unit mesin dari lokasi lain sebesar 7 MW dan mengoperasikan IPP PLBTg (Bio Gas) 2 MW, yang akan beroperasi secara bertahap sampai M3 November 2021. Saat ini 3 MW sudah beroperasi. Upaya ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya pemadaman pada pelanggan di Bangka.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami juga mohon dukungan dan doanya agar petugas dapat mengatasi gangguan tersebut dengan selamat,” ujarnya.

Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button