LENSA KRIMINALNEWS

Lengkapi Warung dengan Jualan Togel, Warga Lontong Pancur Ditangkap Jatanras Polda Babel

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Dalam bisnis, ada strategi yang namanya ekspansi, memperluas jenis usaha. Ada pula strategi berupa diversifikasi, yakni menambah variasi dari ragam produk yang diproduksi atau dijual. Bisa jadi, strategi itu khatam benar namun keliru dipahami oleh PK, warga Jalan Kerisi, Lontong Pancur, Pangkalbalam, Pangkalpinang.

Sebagai pemilik bisnis warung kelontongan, PK rupanya kepincut memperluas bidang usahanya. Pria 56 tahun itu, menambah jualan warungnya dengan melayani pembelian atau pemasangan toto gelap alias togel, sejenis judi tebakan nomor buntut.

Tapi, yang namanya judi, jelas dilarang. PK yang sudah sekitar enam bulan menekuni usaha barunya itu, akhirnya tercium juga oleh endusan kepolisian.

Tim Opsnal 1 Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bangka Belitung berhasil mengungkap kasus tindak pidana perjudian jenis togel yang dilakukan PK. Dia tak bisa mengelak, apalagi ada barang bukti yang ditemukan saat penangkapannya.

“Pelaku PK diketahui melakukan aktivitasnya di warung depan rumahnya di Jalan Kerisi RT/RW. 004/002 Kelurahan Lontong Pancur,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Bangka Belitung Komisaris Besar Maladi dalam siaran persnya kepada wartawan, Selasa, 19 Oktober 2021.

Maladi menuturkan kasus tersebut terungkap setelah pihak kepolisian menerima informasi dari masyarakat bahwa di daerah tersebut sering dilakukan transaksi togel yang dilakukan pelaku. Berbekal informasi tersebut, kata dia, polisi langsung bergerak melakukan penggerebekan dan penggeledahan di kediaman dan warung pelaku.

“Saat penggeledahan di rumah ditemukan satu unit ponsel Nokia senter warna biru yang terdapat SMS pesanan judi togel. Sedangkan di warung pelaku ditemukan satu ponsel merek Vivo warna putih berisi pesan WhatsApp pembelian nomor angka togel, dua buah buku tulis yang berikan angka angka judi togel, uang Rp300 ribu dan dua buah pulpen warna biru,” ujar dia.

Maladi menambahkan, pelaku mengakui sudah enam bulan lebih mengedarkan judi togel tersebut. Hasil penjualan judi togel tersebut, kata Maladi, diakui pelaku disetorkan kepada seseorang dengan komisi sebesar 25 persen.

“Saat ini pelaku berikut barang buktinya sudah dibawa ke Mapolda Bangka Belitung untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button