BANGKA SELATANLENSA KRIMINALNEWS

Daun Kratom Belum Masuk dalam Undang-Undang Narkotika

Lensabangkabelitung.com, Toboali – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) M.Zainul Mutaqqin mengatakan bubuk daun kratom belum masuk dalam regulasi Undang-undang Psikotropika atau Narkotika.

“Ada 78 jenis yang sudah masuk dalam regulasi Undang-undang Psikotropika atau Narkotika. Dan, ada sembilan jenis yang belum masuk, termasuk daun bubuk Kratom,” kata Brigjen Pol M Zainul Mutaqqin kepada wartawan usai melakukan kunker ke Pemkab Basel, Selasa kemarin 12 Oktober 2021.

Ia menuturkan, kratom tidak termasuk dalam regulasi menteri kesehatan dan saat ini sedang digodok di senayan oleh Kementrian Kesehatan Kemenkumham, TNI/Polri, Kejaksaan dan BNN untuk dimasukkan ke regulasi.

“Saat ini sedang digodok oleh teman-teman di senayan apakah dimasukkan dalam regulasi Undang-undang Narkotika. Ketika ini masuk dalam regulasi maka ada payung hukum untuk kita melakukan penegakan hukum,” ujar dia.

Dalam upaya memberantas penyalahgunaan narkoba, kata dia, negara hadir bukan sekedar memberantas narkoba, namun merehabilitasi guna menjaga anak bangsa terhadap penyalahgunaan narkoba, dan mereka punya hak untuk direhabilitasi dan negara harus merehabilitasi.

“Kami sudah sepakat dengan forkopimda, untuk memberantas narkoba ini. Jika ada terlibat mereka punya hak untuk direhabilitasi. Namun sebaliknya ketika, penyalahgunaan memiliki unsur untuk diproses dengan penegakan hukum, maka akan dikenakan undang-undang berlapis undang-undang narkoba dan pencucian uang,” ujar dia.

Penulis : Rusdi | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button