BANGKA TENGAHLENSA DAERAHLENSA EKONOMILENSA KRIMINALLENSA TINSNEWS

Buntut Protes Harga Beli Timah Murah PT MSK, Penambang Dengar Tiga Kali Letusan Senjata Api

Lensabangkabelitung.com, Bangka Tengah – Sejumlah penambang timah Desa Penyak Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah mengaku mendengar suara letusan senjata api usai melakukan protes terhadap murahnya PT Mitra Stania Kemingking (MSK) dalam membeli timah masyarakat.

Kepala Desa Penyak Sapawi mengatakan laporan penambang mendengar letusan senjata api itu terjadi Sabtu, 25 September 2021 lalu atau tepat satu hari setelah warga memasang spanduk larangan penggunaan fasilitas jalan dan pelabuhan desa setempat.

“Saya kaget mendengar laporan penambang timah Desa Penyak di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) ataupun diluar IUP PT MSK mendengar suara letusan senjata api sebanyak 3 kali. Warga melapor ke kami perangkat Desa Penyak, bahwa telah mendengar suara letusan saat melakukan aktifitas penambangan timah,” ujar Sapawi kepada wartawan, Selasa, 5 Oktober 2021.

Sapawi mengaku heran terjadinya peristiwa tersebut karena aksi protes masyarakat hingga melarang penggunaan fasilitas desa tidak sampai terjadi anarkis terhadap PT SMK.

“Hal ini akan ditanyakan ke PT MSK apakah letusan itu berasal dari pihak keamanan mereka atau bukan. Kejadian ini, membuat trauma masyarakat karena terjadi pertama kali di Desa Penyak,” ujar dia.

Mendengar hal-hal yang memicu keributan, kata Sapawi, ratusan warga kemudian mendatangi Pelabuhan Daeng Desa Penyak pada Rabu, 29 September 2021. Warga Penyak, kata dia, menegaskan tidak menolak kedatangan PT MSK asalkan tuntutan warga dipenuhi.

“Sementara waktu, warga minta PT MSK jangan dulu pakai fasilitas swadaya masyarakat sebelum tuntutan warga dipenuhi,” ujar dia.

Perwakilan PT MSK Sutoyo mengatakan pihaknya akan mendalami secara internal informasi suara tembakan buntut dari aksi protes warga dan larangan penggunaan fasilitas desa setempat.

“Saya juga sudah mendapatkan laporan dari Kades Penyak. Kita cari tahu dulu, belum bisa komentar terkait bunyi letusan di lapangan,” ujar dia.

Penulis : Hendri | Editor : Servio M

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button