BANGKA SELATANNEWS

Tim Auditor KLHK Tinjau Lokasi Pelaksanaan Program PKPRM di Desa Batubetumpang

Lensabangkabelitung.com, Toboali – Tim Auditor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia bersama Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDASHL) Baturusa Cerucuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi pelaksanaan Program Padat Karya Percepatan Rehabilitasi Mangrove (PKPRM) 2021 di Desa Batubetumpang, Kecamatan Pulau Besar.

Koordinator Pengawasan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Inspektorat Wilayah Satu KLHK RI, Andri Gunawan mengatakan, peninjauan dilakukan untuk melakukan pendampingan dan pengawalan program padat karya percepatan rehabilitasi mangrove sebagai upaya perbaikan, pemulihan dan peningkatakan kondisi ekosistem mangrove.

“Kedatangan kami hari ini untuk melihat secara langsung bagaimana proses penanaman mangrove di Desa Batubetumpang yang dilaksanakan oleh Pokdarwis Mercusuar Desa Batubetumpang apakah sudah dilakukan penanaman dan apakah sudah sesuai target,” kata Andri Gunawan kepada wartawan, Rabu, 8 September 2021.

Ia menuturkan, program (PKPRM) bertujuan untuk penguatan ekonomi nasional (PEN) melalui penanaman mangrove yang nantinya dapat membantu pemulihan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Penanaman mangrove dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pencegahan abrasi ataupun erosi dan juga membantu masyarakat dalam penguatan ekonomi di tengah pandemi. Program ini secara akun ke akun dilakukan oleh masyarakat yang dibiayai oleh KLHK RI dan dilaksanakan hingga kini,” ujar dia.

Andri mengungkapkan, peninjuan yang dilakukan tersebut juga untuk melakukan pendampingan agar nantinya tidak ada kendala. Jika memang ada maka akan kita dampingi sehingga tidak ada dampak semisalnya dampak hukum.

“Untuk program PEN mangrove khusus di Kabupaten Bangka Selatan sebanyak 530 hektar. Sementara untuk di Desa Batubetumpang besaran lahannya ialah seluas 50 hektar yang di tanam di lahan hutan pantai Batubetumpang dengan total 165.000 batang dengan jenis Mangrove Rhizopora sp,” ujar dia.

Ia berharap mangrove yang telah selesai ditanam di Desa Batubetumpang ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat di masa mendatang.

“Saya lihat animo masyarakat di Desa Batubetumpang ini sangat baik, semoga saja mangrovenya dijaga dengan baik dan bermanfaat bagi kita semuanya,” ujar dia.

Sementara itu Ketua Pokdarwis Mercusuar Desa Batubetumpang Adri Saputra mengatakan, proses penanaman Mangrove di Desa Batu Betumpang telah dilakukan pada Maret 2021 lalu.

“Pada awalnya proses yang dilakukan dengan menyiapkan bibit yang hendak ditanam dan menyiapkan kebutuhan tambahan seperti misalnya kayu-kayu penunjang bibit mangrove,” kata Adri.

Ia menuturkan, proses penanaman ini tidak hanya dilakukan oleh Pokdarwis Mercusuar Desa Batubetumpang, namun juga melibatkan masyarakat setempat termasuk ibu-ibu.

“Selain melibatkan anggota Pokdarwis, untuk penanaman mangrove ini juga diikuti oleh ibu-ibu dan masyarakat setempat sehingga proses penanaman dapat berlangsung cepat. Semoga mangrove yang telah ditanam secara swadaya ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan bisa membantu upaya peningkatan ekonomi masyarakat setempat,” ujar dia.

Penulis : Rusdi | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button