BANGKA BARATNEWS

Masalah Ekonomi Mendominasi Perkara Perceraian di Bangka Barat

Lensabangkabelitung.com, Muntok – Ketua Pengadilan Agama Muntok, Muhammad Syarif mengatakan perkara perceraian yang masuk dari awal Januari hingga September tahun 2021 saat ini sudah sebanyak 326. Bahkan, dikatakan olehnya dari total 397 perkara yang saat ditangani oleh Pengadilan Agama Muntok, dominan oleh perkara perceraian.

Berdasarkan data per tanggal 13 September 2021 dari jenis perkara perceraian, didominasi oleh cerai gugat yang dilakukan oleh pihak istri sebanyak 244 ketimbang cerai talak yang dilakukan oleh pihak suami sebanyak 82.

Di Kecamatan Muntok cerai gugat ada sebanyak 87 dan cerai talak sebanyak 39, Kecamatan Jebus cerai gugat sebanyak 28 dan cerai talak sebanyak 5, Kecamatan Kelapa cerai gugat sebanyak 48 dan cerai talak sebanyak 8, Kecamatan Parittiga cerai gugat sebanyak 32 dan cerai talak sebanyak 8, Kecamatan Simpang Teritip cerai gugat sebanyak 32 dan cerai talak sebanyak 15, Kecamatan Tempilang cerai gugat sebanyak 17 dan cerai talak sebanyak 4, lalu untuk di wilayah luar Kabupaten Bangka Barat yang masuk cerai talak sebanyak tiga dan tidak ada cerai gugat.

“Secara umum penyebab kebanyakan masalah ekonomi, ketika kita berbicara masalah ekonomi maka yang bertanggungjawab adalah suami, ketika suami mulai mengabaikan tanggungjawabnya maka istri tentu akan menggunakan hak hukumnya, tidak serta gugat cerai aja, mungkin nafkah anaknya,” kata Muhammad Syarif, 13 September 2021.

“Cerai talak, juga karena ekonomi, meskipun juga tidak kita nafikan ada juga karena moral seperti orang ketiga, tapi persentasenya kecil,” tambahnya.

Muhammad Syarif mengimbau kepada masyarakat Bangka Barat agar jangan terlalu cepat mengajukan perkara keluarga ke pengadilan agama.

“Selesaikan masalah keluarga di tingkat keluarga, bisa juga melibatkan tokoh agama setempat, juga ada lembaga PP4 di KUA masing-masing, untuk mencari solusi agar jangan berakhir ke perceraian,” demikian Muhammad Syarif.

Penulis: Sepri | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button