NEWS

Karut Marut Pertambangan PT LSM di Teluk Kelabat Dalam, Ini Hasil Kerja Tim Konsolidasi

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Upaya penyelesaian permasalahan pertambangan di Teluk Kelabat Dalam oleh PT Lautan Sarana Mendirikan (LSM) sudah mendekati hasil. Tim konsolidasi yang dibentuk untuk menyelesaikan permasalahan tersebut selama 10 hari sudah menunjukkan titik terang kinerjanya.

Ketua Tim Konsolidasi Penyelesaian Pertambangan Teluk Kelabat Dalam, Komisaris Besar Haryo Sugihartono mengatakan tim yang dipimpinnya sudah melakukan rapat dengan langkah awal memastikan wilayah kerja PT LSM sesuai dengan titik koordinat.

“Kita ditunjuk sebagai ketua tim penyelesaian pertambangan di Teluk Kelabat Dalam. Tindakan kita adalah melihat kembali titik koordinat PT LSM dan sudah kita tentukan usai rapat dengan ESDM Babel, PTSP Babel, Kejaksaan Tinggi dan Korem,” ujar Haryo kepada Lensabangkabelitung, Senin, 6 September 2021.

Haryo menuturkan titik koordinat PT LSM sebetulnya sudah benar. Hanya saja bisa overlap ke wilayah Perairan Bangka Barat, kata dia, karena persoalan terbawa arus saja.

“Jadi wilayah PT LSM pada prinsipnya masuk dalam wilayah hukum Kabupaten Bangka, tidak masuk ke wilayah Kabupaten Bangka Barat.
Sehingga dengan adanya penentuan titik koordinat kemarin dapat dikatakan kegiatan yang ada di wilayah Bangka Barat yang mengatasnamakan PT LSM kedepan tidak dapat dibenarkan,” ujar dia.

Menurut Haryo, sejak rapat tim konsolidasi tersebut dilakukan maka kegiatan PT LSM sudah diarahkan ke tempatnya karena pemetaan titik koordinat sudah dilakukan oleh Ditpolairud Polda Babel yang memang dilibatkan melakukan pengawasan batas sesuai titik koordinat PT LSM.

“Terkait permasalahan para penambang yang kemarin mengatasnamakan PT LSM di Teluk Kelabat Dalam dan masuk wilayah Bakik Bangka Barat saat ini sudah tidak ada lagi kegiatan. Jika ada kegiatan di wilayah hukum Bangka Barat dengan mengatasnamakan PT LSM maka itu tidak dapat dibenarkan,” ujar dia.

Haryo menambahkan persoalan bendera PT LSM yang sempat menjadi perhatian kemarin hanya sebagai tanda identitas saja. Dimana ada dua kelompok mitra yang menunjukkan identitas di wilayah hukum Kabupaten Bangka dan mitra yang berasal dari Bangka Barat.

“Ini berkaitan dengan pemberian kompensasi sehingga dengan pemberian kompensasi itu harapannya dapat dipertanggungjawabkan para mitra. Bendera hanya untuk membedakan asal usulnya wilayah apakah yang dari Belinyu atau Bangka Barat. Sehingga dampak sosial atas pemberian kompensasi dapat diberikan,” ujar dia.

Penulis : Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button