BANGKA SELATANNEWS

Jadi Yatim Piatu Karena Covid-19, Nurul Badiah Ingin Mondok di Pesantren Nurul Falah Air Mesu

Lensabangkabelitung.com, Toboali – Nurul Badiah (12 tahun) warga Dusun SPC Desa Rias Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan kini menjadi yatim piatu setelah ditinggal oleh kedua orang tuanya yang terpapar Covid-19 belum lama ini.

Kedua orang tua Nurul, yakni ayah Nurhasim (42 tahun) dan ibu Siti Khoiriyah (37 tahun) meninggal dunia setelah terpapar Covid-19. Kedua orang tua Nurul sempat dirawat di rumah sakit umum daerah dan dinyatakan meninggal dunia.

Nurul yang lahir pada 17 April 2009, harus kehilangan kedua orang tuanya dengan jarak meninggal yang tidak begitu jauh. Ibunya Siti Khoiriyah meninggal dunia lebih dulu pada bulan Juli.

Belum hilang kesedihan Nurul setelah ditinggal oleh ibunya pergi untuk selamanya, 19 hari setelah kepergian ibunya, Nurul harus kembali merasakan kesedihan ditinggal oleh ayahnya yang juga terpapar Covid-19.

Nurul yang baru 10 hari ditinggal oleh ayahnya pergi, kini diasuh oleh pamannya, Arifin (41 tahun). Saat ini, Nurul dengan wajah yang polos menempuh pendidikan di di SD Negeri 25 Desa Rias kelas 6.

Saat ditemui wartawan, Nurul yang mengenakan celana panjang, baju merah dan jilbab abu-abu mengaku masih merasa tak percaya akan kepergian kedua orang tuanya.

“Saat ini saya masih merasakan kesedihan karena ditinggal kedua orang tua. Kalau saya kangen saya berkunjung ke pemakaman kedua orang tua saya,” kata Nurul kepada wartawan, Kamis 2 September 2021.

Nurul yang saat ini duduk di kelas 6 SD mengaku ingin melanjutkan sekolah di salah satu pondok pesantren yakni di Pondok Pesantren Nurul Falah Desa Air Mesu.

“Saya ingin terus sekolah untuk mengejar cita-cita saya. Saya ingin setelah lulus SD melanjutkan di pondok pesantren Nurul Falah di Mesu,” ujar dia.

Nurul mengungkapkan, keinginan dirinya untuk melanjutkan ke pesantren sesuai dengan keinginan kedua orang tuanya yang menginginkan Nurul untuk mondok di pesantren.

“Ayah sama ibu ingin saya mondok. Dan pesan dari kedua orang tua saya untuk rajin-rajin belajar, dan shalat jangan ditinggalkan,” ujar dia.

Nurul yang bercita-cita ingin menjadi guru ini berharap ada bantuan dari pemerintah untuk membantu biaya pendidikannya hingga ke perguruan tinggi.

“Saya ingin jadi guru, semoga nanti ada bantuan untuk biaya pendidikan saya. Karena saya ingin sekolah sampai kuliah,” ujar dia.

Sementara itu, paman Nurul, Arifin mengatakan, kedua orang tua Nurul meninggal hanya berjarak 19 hari. Keduanya meninggal setelah terkonfirmasi terpapar Covid-19.

“Kedua orang tua Nurul meninggal terpapar Covid-19 dan meninggal di rumah sakit. Saat ini Nurul tinggal bersama saya. Dan kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan kepada Nurul,” ujar dia.

Penulis: Rusdi | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button