BANGKA BARATLENSA KRIMINALNEWS

Dua CPNS Tersangka Pemalsu Rapid Tes Tidak Ditahan, Tetap Bekerja Seperti Biasa

Lensabangkabelitung.com, Muntok – Dua Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang menjadi tersangka kasus pemalsuan surat hasil rapid tes saat berpergian dari Muntok menuju Tanjung Api-api melalui Pelabuhan Tanjung Kalian diketahui sampai saat ini tidak ditahan dan masih bekerja seperti biasa.

Hal itu diketahui dari Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Bangka Barat, Antoni Pasaribu yang mengatakan dua orang CPNS yang menjadi tersangka tersebut tetap masih bekerja di tempat kerjanya.

“Karena ini masih wewenang polisi, belum ada inkrahnya kan, masih dalam pemeriksaan kan, ini tetap masih kerja di tempat dia, sampai hari ini karena belum ada keputusan,” kata Antoni, Senin, 30 Agustus 2021.

Kata Antoni, saat ini pihak Pemerintah Daerah sudah dalam proses pembuatan berita acara untuk pemanggilan dua CPNS tersebut. Pemanggilan tersebut bertujuan untuk membuat tim disipilin yang saat ini sedang diajukan kepada Bupati Bangka Barat.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bangka Barat, AKP Robby Purba membenarkan hal tersebut bahwa dua CPNS yang menjadi tersangka pemalsuan surat hasil rapid tes tersebut memang tidak ditahan. Dia menjelaskan, dua tersangka tersebut tidak ditahan sebab beberapa waktu lalu mereka terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kalau berstatus tersangka kan tidak ada masalah (kalau bekerja seperti biasa -red), tidak ada masalah, iya, statusnya tetap tersangka, tapi kan yang bersangkutan karena kemarin koperatif dan dia juga positif Covid-19, kita bingung kan, takut menularkan ke yang lain, ya kemarin ya tidak ditahan,” kata AKP Robby Purba, Rabu, 1 September 2021.

“Intinya proses hukum tetap berjalan, walaupun saat ini yang bersangkutan tidak kita lakukan penahanan,” katanya menambahkan.

Penulis: Sepri | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button