BANGKA BARATLENSA DAERAHLENSA EKONOMILENSA KRIMINALLENSA NASIONALLENSA TINSNEWS

Penertiban Tambang Ilegal Kelabat Dalam Masih Tunggu Petinggi Babel Rapat Lagi

Lensabangkabelitung.com, Muntok– Setelah melakukan rapat koordinasi membahas konflik sosial di perairan Teluk Kelabat Dalam, Gubernur Erzaldi, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat, Brigjen TNI Mateus Jangkung,  Amri Cahyadi, Bupati Sukirman, Wabup Bong Ming Ming, AKBP Agus Siswanto, Letkol Inf Agung Perkasa masih belum bisa melakukan penertiban tambang ilegal tersebut dan akan melaksanakan rapat satu kali lagi.

“Kapan penertiban?, Insyaallah secepatnya, kami akan mengadakan sekali lagi rapat dengan pemerintah kabupaten Bangka Induk, Bangka Barat dan Provinsi dan didampingi oleh pak Kapolda, Danrem dan Danlanal, sehingga langkah ke depan itu betul-betul kongkrit sebagai mana kita ketahui terus terang saja kita ini sudah tidak ada lagi dana untuk operasional penertiban tambang ini,” kata Erzaldi, Senin, 2 Agustus 2021.

“Termasuk di kepolisian pun sudah direvisi ke penanganan Covid-19, jadi kita harus betul-betul bersama untuk hal ini, kita tidak bisa memberatkan satu institusi lainnya, tetapi kita juga tidak bisa mengabaikan tambang ilegal ini terus merusak alam kita, jadi kita akan segera bertindak dalam waktu dekat,” tambahnya.

Meskipun harus menunggu rapat satu kali lagi, Gubernur Erzaldi menyampaikan sudah diputuskan bersama-sama petinggi daerah lainnya untuk mengambil tindakan terhadap tambang ilegal di Laut Kelabat Dalam. Nanti, seluruh ponton hisap akan ditarik ke satu titik untuk ditertibkan dengan harapan tidak ada aktivitas penambangan yang datang lagi.

“Untuk itu kita mohon dari para penambang ilegal ini untuk turun mensukseskan ataupun mengikut apa yang menjadi kebijakan aturan yang sudah dibuat. Penambang ilegal tidak ada datanya, tapi kalau dilihat saya rasa disini sampai seribuan. Ya kalau namanya ilegal tidak ada datanya, namanya juga ilegal” katanya.

Sementara itu, Bupati Sukirman menyatakan untuk saat ini ponton hisap ilegal dan legal diminta untuk berhenti melakukan aktivitas penambangan di Laut Teluk Kelabat Dalam.

“Jadi kita stop dulu, habis itu baru kita periksa, mana yang berizin dan wilayahnya ini, AMDAL-nya, kawan-kawan yang lain juga mesti mengerti itu, untuk sementara tarik lah dulu barang-barang ini pulang, nanti baru kita verifikasi secara cermat,” demikian kata Sukirman.

Penulis : Sepri | Editor : Servio M

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button