NEWS

Pemprov Babel Kurangi Lagi Kebutuhan Anggaran Atlet Babel di PON XX Papua

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tinggal menghitung hari. Para atlet Bangka Belitung terus berjuang dengan meningkatkan intensitas latihannya untuk meraih prestasi maksimal meski di sisi lain anggaran terbatas.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengakui jika pihaknya terpaksa harus beberapa kali melakukan pemotongan anggaran keikutsertaan Bangka Belitung di PON Papua.

“Kita menyadari itu. Tapi bukan berarti anggaran dikurangi kita mengurangi treatment kita kepada para atlet. Kalau kita kurangi treatment itu keliru besar. Berkurang lagi sampai Rp 5 M dan sekarang jadi Rp7 miliar,” ujar Erzaldi kepada wartawan usai memantau latihan atlet atletik Bangka Belitung di Stadion Depati Amir Pangkalpinang, Senin, 30 Agustus 2021.

Menurut Erzaldi, KONI dan pihaknya berupaya memperkuat keterlibatan pihak swasta dalam memenuhi kebutuhan anggaran. Saat ini, kata dia, sudah didapati beberapa pihak swasta yang siap membantu.

“Mengurus olahraga tidak serta merta diberikan tanggung jawab kepada pemerintah daerah saja. Tapi seluruh stakeholder termasuk masyarakat. Alhamdulillah beberapa waktu ini kita dapatkan dukungan untuk keberangkatan PON kita ke Papua,” ujar dia.

Dalam kunjungannya, Erzaldi menyayangkan adanya satu orang atlet atletik Bangka Belitung yang berprestasi tapi tidak bisa ikut serta berkompetisi di PON Papua dikarenakan lulus tes polri dan memilih mengikuti pelatihan sebagai anggota polisi. Apalagi persoalan tersebut, kata dia, tidak diinformasikan kepada dia.

“Kalau saya tahu dari awal bisa saja saya minta bantuan Kapolda. Karena pendidikan ada dua gelombang. Jika mengikut gelombang kedua bisa saja dan masih ikut PON. Tapi sayang itu tidak terinformasikan ke saya. Saya mau urus tidak bisa lagi sekarang,” ujar dia.

Erzaldi mengaku optimistis target medali bisa dicapai setelah melihat perjuangan para pelatih dan atlet. Ke depan dia meminta tidak saja atletik, tapi beberapa cabang olahraga lain harus lebih berprestasi.

“Selain itu jangan lagi kita bicara prestasi nasional. Tapi prestasi dunia seperti Asian Games, Sea Games hingga tingkat lebih tinggi lagi. Dari sekarang sudah bisa dipikirkan. Jangan lagi berpikir prestasi nasional. Mohon maaf, itu terlalu kecil mainnya. Kalau kita tidak menargetkan lebih tinggi, kita hanya bicara nasional terus,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button