BANGKA SELATANNEWS

Memotivasi Pelajar untuk Kuliah di Luar Negeri, Yayasan ANC Hadirkan Sharing Session di Toboali

Lensabangkabelitung.com, Toboali – Yayasan Abdi Negara Cendikia (ANC) bekerjasama dengan Tim Bangka Selatan Hame-hame Bergerak (Baher) menggelar kegiatan Sharing Session beasiswa dan kuliah di luar negeri bersama puluhan pelajar yang di Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan, Rabu 25 Agustus 2021.

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang Laboratorium Seni dan Budaya SMA Muhammadiyah Toboali dibuka langsung oleh pembinaan Yayasan ANC, Benny Supratama dengan menghadirkan tiga orang narasumber yang pernah kuliah di luar negeri.

Adapun tiga narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan Sharing Session bersama pelajar yakni Sellita penerima Beasiswa pendidikan Strata 2 (S2) di Rusia tahun 2018, Arief Budiman S1 Tiongkok 2017 dan Usamah Taqiyudin S1 Turki 2016.

Ketua Yayasan ANC, Ansori mengatakan, kegiatan Sharing Session yang dilaksanakan Yayasan Abdi Negara Cendikia dan Lembaga Kursus dan Pelatihan Abdi Negara Cendikia bersama Tim Baher kepada para pelajar bertujuan agar anak di Toboali berminat kuliah dan mencari beasiswa baik di dalam negeri maupun luar negeri.

“Sharing Session ini berbagi pengalaman tentang beasiswa dan kuliah di luar negeri dan tujuan agar para pelajar yang saat ini masih SMA bisa termotivasi dan berminat untuk menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (kuliah) baik di luar negeri maupun di dalam negeri melalui beasiswa,” kata Ansori kepada wartawan, Rabu 25 Agustus 2021.

Ia menyebutkan, dalam kegiatan Sharing Session tersebut terdapat 70 peserta yang hadir dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Ia mengatakan, dari sisi yayasan sendiri ada beberapa anak pesisir Toboali yang sudah di fasilitasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Sejauh ini ada 2 anak pesisir yang kita fasilitasi akan menempuh kuliah di Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung. Selain itu, kita dengan Tim Baher juga akan bekerjasama bersama UT, ada yang kuliah di UT. Siapapun anak pesisir yang ada di Toboali mengajukan beasiswa akan kita usulkan baik di dalam atau pun luar negeri,” ujar dia.

Selain itu, kata Ansori, dari Lembaga Kursus dan Pelatihan ANC akan menyedian ruang bagi anak-anak yang ingin mempersiapkan untuk kuliah dan mendapatkan beasiswa dengan membuka bimbingan belajar baik yang ingin kuliah keluar negeri maupun dalam negeri.

“Kita lebih kepada persiapan apa-apa saja yang dibutuhkan untuk mendapatkan beasiswa kuliah di dalam maupun luar negeri. Dan kita sudah menjajakan ke universitas terbuka, Insya Allah akan ada 20 orang yang akan kuliah di Universitas terbuka. Dan beberapa juga sudah mengajukan di univertas Muhammadiyah dan UBB,” ujar dia.

Sementara itu, Usamah Taqiyudin lulusan S1 Turki 2016 mengatakan, untuk bisa kuliah ke luar negeri yang paling penting itu niat dan apa tujuan kita kuliah ke luar negeri seperti misalnya menuntut ilmu, mendapatkan relasi, dan mencari wawasan lebih luas lagi. Selain itu, kata dia, pelajar harus menjadi pemburu beasiswa.

“Dengan modal utama itu, kita akan menjadi semangat. Ada sebuah ucapan dari Albert Einstein kalau kita tahu batas kemampuan kita, coba kita lampui batas kemampuan tersebut. Jadi ketika kita ingin kuliah ke luar negeri kita tahu batas kemampuan kita, sehingga kita bisa melakukan persiapan-persiapan,” ujar dia.

Penulis: Rusdi | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button