LENSA KRIMINALNEWS

Kasus Korupsi KMK BRI, Aloy Divonis 10 Tahun Penjara

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pangkalpinang menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada terdakwa utama Sugianto alias Aloy pada Kamis, 26 Agustus 2021 di Pengadilan Negeri Pangkalpinang.

Pada kasus korupsi Kredit Modal Kerja (KMK) BRI Pangkalpinang itu, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Pangkalpinang yang diketuai Efendi juga menghukum Aloy dengan denda sebesar Rp500 juta, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

Selain itu, atas kerugian negara yang cukup besar, Aloy juga dijerat pidana berupa membayar uang pengganti sebesar Rp11.280.342.900, harta bendanya disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Apabila jumlah harta benda tak cukup untuk disita, maka diganti dengan pidana penjara selama satu tahun.

Pada kasus korupsi yang merugikan negara senilai hampir Rp50 miliar itu, Penasehat hukum (PH) Aloy, Ishar mengatakan pihaknya belum bisa mengambil keputusan akan menerima atau mengajukan banding. Ishar akan melakukan diskusi dengan kliennya terlebih dahulu.

“Hasilnya tidak terlalu besar pengaruhnya terhadap pidana penjara, tapi dalam uang pengganti dari yang awalnya Rp13 miliar, turun menjadi Rp11 miliar, dan subsider yang awalnya apabila tidak membayar diganti dengan pidana penjara selama 6 tahun, di sini hakim tidak setuju dengan jaksa dan mengganti menjadi 1 tahun,” kata Ishar saat ditemui seusai sidang.

Ishar juga menambahkan, dalam pembelaan kasus ini, seharusnya kliennya bisa lepas, karena menurut dia kasus ini bukanlah tipikor melainkan lebih masuk ke ranah perbankan.

“Intinya kita pikir-pikir dulu, karena walau hasilnya bagus tapi vonisnya masih tinggi, bagi kita pribadi dalam pembelaan kasus ini kami harapkan lepas, karena kita beranggapan kasus ini bukan tipikor, ini lebih masuk ke ranah perbankan,” ujar Ishar.

Penulis: Louis | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button