NEWS

Kasus Calon Penumpang Gunakan Surat PCR Palsu Berlogo Instansinya, Ini Penjelasan RSBT

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Petugas validasi dokumen keberangkatan Bandara Depati Amir Pangkalpinang berhasil mengamankan satu orang calon penumpang yang kedapatan menggunakan surat keterangan Polymerase Chain Reaction (PCR) palsu yang berlogo Rumah Sakit Bhakti Timah (RSBT).

Calon penumpang yang diamankan tersebut berjenis kelamin perempuan dengan inisial ZP, usia 31 tahun, pekerjaan Ibu Rumah Tangga (IRT) yang berasal dari Jawa Barat. ZP sendiri saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Polda Bangka Belitung.

Terkait hal tersebut, Humas RSBT Faizalliza Alimin mengatakan hasil pengecekan dokumen yang dibawa ZP saat akan berangkat diketahui tidak sesuai dengan format resmi surat keterangan PCR yang resmi dikeluarkan RSBT.

“Yang dibawa calon penumpang itu tidak ada tanda tangan dokter penanggung jawab laboratorium dan stempel resmi. Kalau yang asli pasti ada,” ujar Faizalliza kepada Lensabangkabelitung, Kamis, 5 Agustus 2021.

Menurut Dial, sapaan akrabnya, pihak RSBT menerima laporan penggunaan dokumen PCR yang diduga palsu tersebut sejak kemarin setelah dilaporkan oleh petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Pangkalpinang.

“Usai terima laporan kita langsung mengecek juga ke bagian validasi KKP setelah itu ke bandara guna mencocokan dokumen langsung. Dari perbandingan itu terdapat ketidaksesuaian. Ada beberapa poin penting di dokumen yang dibawa calon penumpang itu yang tidak pernah kami keluarkan. Logonya menggunakan logo laboratorium molekuler RSBT. Tapi isinya sangat jauh berbeda,” ujar dia.

Pihak RSBT, kata Dial, juga berkoordinasi dengan pihak Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Belitung untuk tindak lanjut persoalan tersebut. Akhirnya kasus tersebut dibawa ke proses hukum tepatnya ke Ditreskrimum Polda Bangka Belitung.

“Tadi saya sudah diperiksa. Begitu juga dokter Riza. Kita berdua saksi. Untuk kasus tersebut yang membuat laporan adalah Pak Mikron. Sebetulnya secara kemanusiaan kita kasihan juga karena yang bersangkutan saat salah temui mengaku tertipu juga. Tiket dan uang Rp800 ribu untuk PCR palsu tersebut hangus. Dia asal Jawa Barat yang bekerja di sini. Pakai PCR palsu yang didapat dari rekan kerja. Tertarik karena ingin cepat pulang ke Jawa Barat,” ujar dia.

Dial menambahkan pihaknya meminta masyarakat lebih berhati-hati terhadap biro jasa atau ada orang yang mengaku bisa mengurus surat keterangan PCR. Karena kalau sudah kejadian, kata dia, yang rugi masyarakat sendiri karena akan berurusan hukum dan uang melayang.

“Dari pemerintah juga berharap perhatian lebih terhadap masalah ini. Karena selain fokus mencegah penyebaran, kita harap masyarakat tidak tertipu dengan iming-iming seperti ini. Selalu dijanjikan tidak akan ketahuan dan tidak usah tes. Tapi pemerintah punya link yang bisa mengakses siapa saja yang sudah ikut tes PCR untuk keberangkatan di bandara. Lebih baik ikutin saja aturan yang ditetapkan pemerintah,” ujar dia.

Penulis : Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button