NEWSPANGKALPINANG

Jelang Sembahyang Rebut, Harga Daging Babi Melonjak Tinggi

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Kelangkaan stok daging babi di Pulau Bangka membuat harganya melonjak tinggi. Saat ini bahkan sudah di angka Rp 275 ribu per kilogramnya.

Jelang Sembahyang Rebut atau Tjhit Ngiat Pan yang tahun ini akan jatuh pada tanggal 22 Agustus 2021 mendatang, daging babi biasanya banyak dibeli oleh terutama umat Konghucu sebagai pelengkap ritual.

Deki, salah satu pedagang daging babi di Pasar Induk, Kota Pangkalpinang mengatakan, untuk saat ini harga daging babi dinilai tinggi jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Salah satu penyebab kenaikan daging babi ini adalah adanya wabah African Swine Fever (ASF) atau yang lebih sering disebut Wabah Flu Babi Afrika.

“Harga biasanya kita jual Rp120 ribu sebelum adanya sakit flu babi. Sekarang Rp275 ribu. Tapi, Sembahyang Rebut pengaruhnya tidak terlalu besar, palingan cuma naik Rp5 ribu sampai Rp10 ribu saja. Harganya memang sudah tinggi,” kata Deki kepada Lensabangkabelitung.com saat dijumpai di lapak dagangnya pada Kamis, 19 Agustus 2021.

Dia menuturkan, dengan adanya wabah flu babi yang ada di Kabupaten Bangka, stok daging babi kian menipis di pasar. Hampir 90 persen babi mati, pedagang yang biasanya mengambil di Kabupaten Bangka, saat ini mengambil daging dari Kota Pangkalpinang.

“Sementara daging babi ini kita ambil barang di Pangkalpinang, stop dulu ngambil di Sungailiat, harga belum bisa diperediksi sampai kapan tinggi seperti ini, tapi setelah Sembahyang Rebut ini mungkin bisa perlahan menurun,” ucap Deki.

Kelangkaan stok daging babi ini berdampak langsung kepada daya beli masyarakat. Dikatakan Deki, dengan tingginya harga daya beli masyarakat menurun drastis hingga 50 persen, diketahui biasanya menjelang Sembayang Rebut daya beli masyarakat meningkat.

“Pembeli sekarang relatif sepi, karena harga sudah terlalu tinggi, penurunan drastis sampai 50 persen, kita di sini juga yang jualan cuma tiga orang,” kata Deki.

Penulis: Louis | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button