NEWS

Gubernur dan Forkopimda Babel Sepakat Dugaan Pelanggaran PT LSM di Teluk Kelabat Dalam Tidak Dibawa ke Ranah Hukum

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Rapat koordinasi terkait pertambangan dan Tambang Inkonvensional (TI) selam di Perairan Teluk Kelabat Dalam yang digelar di Gedung Tribrata Polda Bangka Belitung, Sabtu, 28 Agustus 2021 menghasilkan beberapa poin keputusan.

Selain menolak usulan sejumlah masyarakat yang ingin menambang timah dengan metode TI selam dan menghentikan kegiatan operasional PT Lautan Sarana Mendirikan (LSM), rapat juga menyepakati dugaan pelanggaran yang dilakukan PT LSM tidak akan dibawah ke ranah hukum.

“Kita sependapat tidak mengedepankan masalah hukum karena ini masih kita konsolidasikan,” ujar Erzaldi kepada wartawan usai rapat koordinasi digelar.

Hal itu, kata Erzaldi, jangan sampai hal yang sudah menjadi kekeliruan tersebut berlangsung lama sehingga menyebabkan pendapat yang nanti menjerumuskan orang ke permasalahan hukum.

“Tapi kami sepakat tidak mengedepankan dulu hal itu karena inilah tim dibentuk sehingga informasi yang ada di masyarakat perlu kita proses lebih lanjut,” ujar dia

Tim yang dimaksud Erzaldi adalah tim konsolidasi yang dipimpin oleh Direktur Ditreskrimsus dengan anggota dari unsur Kejaksaan Tinggi, Korem 045 Garuda Jaya, Lanal Bangka Belitung, ESDM dan PT LSM sendiri.

“Konsolidasi bukan berarti kita menerima apa yang menjadi keinginan masyarakat untuk menambang dengan TI selam. Untuk mengakomodir TI selam sekaligus kita mengkonsolidasikan apa saja yang dilakukan PT LSM untuk kita luruskan,” ujar dia.

Erzaldi menyebutkan bahwa penghentian operasional PT LSM agar tidak menimbulkan perbedaan yang nanti meruncing hingga terjadi hal yang tidak kita inginkan. PT LSM, kata dia, akan bersama tim yang dibentuk untuk melakukan konsolidasi.

“Ada beberapa hal konsolidasi yang akan dibahas, di antaranya berkenaan dengan bendera merah dan bendera putih serta kompensasi kepada masyarakat yang selama ini sudah diberikan tapi informasinya simpang siur. Daripada ini menjadi fitnah kami konsolidasikan sebaik-baiknya,” ujar dia.

Sedangkan penolakan terhadap aktivitas TI selam, kata Erzaldi, dikarenakan TI selam tidak sesuai dengan kaidah-kaidah dalam pertambangan. Di samping kaidah pertambangan tidak terpenuh syaratnya, kata dia, TI selam adalah TI yang beroperasi dengan tingkat keselamatan pelakunya sangat rendah sekali.

“Dan ini tidak juga direkomendasikan oleh kementerian. Untuk hal itu kami harus bertindak tegas karena kami selalu mengedepankan keselamatan dan kesehatan masyarakat kita,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button