LENSA KRIMINALNEWS

Dugaan Kasus Pemerkosaan di Pantai Tapak Antu, Polisi Buru Pelaku, Pihak Desa Terkesan Menutupi

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Kasus kejahatan seksual pemerkosaan dilaporkan terjadi di kawasan wisata Pantai Tapak Antu yang terletak Desa Batu Belubang, Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah.

Informasi yang diterima Lensabangkabelitung, kasus dugaan pemerkosaan dialami oleh seorang remaja perempuan yang masih di bawah umur dan diketahui sebagai pengunjung pantai tersebut.

Terkait hal tersebut, Lensabangkabelitung mencoba melakukan konfirmasi kebenaran peristiwa tersebut ke Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang AKP Adi Putra. Namun diarahkan ke Kapolsek Pangkalan Baru AKP Joko Murtono yang kemudian meneruskan ke Kanit Reskrim Polsek Pangkalan Baru Bripka Christian Simamora.

Kepala Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Pangkalan Baru Brigadir Kepala Christian Simamora membenarkan telah terjadi peristiwa tersebut dan telah dilaporkan ke pihaknya pada Minggu, 22 Agustus 2021.

“Korban dengan didampingi orang tuanya sudah melaporkan peristiwa yang dialami. Laporan kita terima hari Minggu lalu,” ujar Simamora saat ditemui Lensabangkabelitung di Polsek Pangkalan Baru, Kamis, 26 Agustus 2021.

Simamora menuturkan saat ini pihaknya sedang penyelidikan dan melakukan pengejaran terhadap pelaku yang identitasnya sudah diketahui. Korban sendiri, kata dia, merupakan anak dibawah umur yang berdomisili di Kecamatan Pangkalanbaru.

“Antara korban dengan terduga pelaku dari pengakuannya tidak saling mengenal. Modus yang digunakan pelaku adalah dengan berusaha melakukan bujuk rayu kepada korban,” ujar dia.

Menurut Simamora, pihaknya tetap menangani perkara sudah sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. Dia berharap juga peran serta masyarakat dalam membantu pihak kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut.

“Bagi masyarakat atau siapapun yang mengetahui keberadaan pelaku untuk melapor kepada petugas atau menghubungi Polsek Pangkalan Baru,” ujar dia.

Sementara Kepala Desa Batu Belubang Dasih Tri Wulandari enggan berkomentar banyak terhadap peristiwa kejahatan asusila yang terjadi di wilayah yang dipimpinnya. Beberapa kali upaya konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan aplikasi WhatsApp tidak direspon dan hanya mengirimkan balasan singkat sehingga terkesan ada hal yang ingin ditutup-tutupi.

“Maaf Pak, saya tidak tahu. Lebih baik langsung ke Polsek saja karena tadi sibuk ada warga meninggal mendadak,” ujar Dasih saat memberikan balasan.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button