NEWS

Didukung KUR Klaster BSB, Hidayat Arsani Sukses Bina Milenial Kembangkan Industri Udang

Lensabangkabelitung.com, Sadai – Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) percontohan Bank Sumsel Babel (BSB) dalam mengembangkan potensi industri udang berhasil dilaksanakan di tambak udang PT Sejahtera Indah Perkasa (SIP) yang terletak di wilayah Pengarem, Sadai, Kabupaten Bangka Selatan.

Ketua Umum Asosiasi Petani Tambak Indonesia Nusantara (APTIN) Hidayat Arsani mengatakan para pengusaha dan kelompok tani merasa terbantu dengan bantuan perbankan dengan memberikan percontohan KUR untuk disalurkan dengan bunga yang murah dan fleksibel.

“Kita melibatkan milenial pemuda yang mau berusaha terutama sarjana perikanan. Saya sebagai ketua APTIN berterima kasih kepada perbankan dan pemerintah daerah untuk membina kolam lain. Ini sudah berhasil dan rencananya kita pindah lagi dengan kolam baru,” ujar Hidayat kepada wartawan, Senin, 23 Agustus 2021.

Hidayat menuturkan pihaknya mengharapkan pemerintah daerah bisa membantu proses perizinan yang belum selesai mengingat potensi udang saat ini luar biasa.

“Kalau ada persoalan, dimana letak salahnya dan dimanaharus dibenahi. Kita lepaskan kecemburuan sosial. Bupati dan gubernur mari bersama menyelesaikan masalah perekonomian dengan baik. Kalau bersinergi Babel akan hebat. Sampai kapan kita ribut terus. Mari sama-sama untuk jalan yang baik agar ekonomi bagus,” ujar dia.

Direktur Utama BSB Ahmad Syamsuddin mengatakan KUR klaster merupakan salah satu program BSB dalam membantu mengembangkan perekonomian masyarakat, terutama ditengah pandemi Covid-19.

“KUR klaster kalau di Babel adalah udang. Kalau di Sumsel pertanian. Nanti ada lagi. Kita bikin KUR klaster lain seperti kerajinan atau makanan. Yang penting untuk KUR klaster ini harus ada petani, pembina dan pembelinya. Harus satu kesatuan dan sedang kita kembangkan,” ujar dia.

Menurut Ahmad, BSB masuk langsung dengan KUR karena persoalan pandemi yang banyak terkena adalah sektor yang kecil, yaitu UMKM. Dia memuji bagaimana PT SIP memberikan sarana kepada petani muda yang baru lulus untuk berwirausaha.

“Ini sarananya. Kita kucurkan Rp 6 miliar untuk 10 kelompok tani. Setelah ini dibuat lagi dengan anggaran Rp 8-10 milia. Ini menarik. Harga udang lagi naik dan potensi udang di Babel luar biasa yang dilihat oleh asosiasi APTIN. Kami dari bank bekerja sama bagaimana kita saling mendukung. Pemda mendukung dalam hal pembinaan dan perizinan,” ujar dia.

Wakil Bupati Bangka Selatan Debby Vita Dewi mengatakan dalam hal perizinan pihaknya tidak mau menyulitkan pengusaha untuk berinvestasi. Dia menyadari bahwa memberikan kemudahan peluang investasi sama juga memberikan jalan baru lapangan kerja yang jadi keuntungan.

“Kepengurusan izin dalam hal tidak masalah. Kalau ada masalah perizinan laporkan. Selebihnya belum ada berita. Masih lancar. kalau ada yang tidak bisa di-handle, kami juga siap bersama mencari jalan keluarnya,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button