BANGKA SELATANLENSA DAERAHLENSA KESEHATANLENSA NASIONALNEWS

Bangka Selatan Mulai Gelar Pembelajaran Tatap Muka, Siswa Sekolah Maksimal 50 Persen

Lensabangkabelitung.com, Toboali – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas tingkat SMA sederajat di Kabupaten Bangka Selatan sudah mulai diberlakukan. Salah satunya di SMA Negeri 1 Toboali, yang sudah mulai PTM terbatas sejak Rabu kemarin, 25 Agustus 2021.

Kepala Cabang Wilayah III Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hery Haryono mengatakan pelaksanaan PTM terbatas dilakukan sesuai dengan arahan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman pada Senin 23 Agustus 2021 lalu.

“PTM di Bangka Selatan silahkan dilakukan dengan mekanisme penerapan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, dan setiap pembelajaran dibatasi dimana di dalam satu kelas harus tidak melebihi 50 persen dari total siswa di kelas,” kata Hery kepada wartawan, Rabu, 25 Agustus 2021 kemarin.

Ia menuturkan, selain jumlah siswa dibatasi dalam satu kelas, sesi waktu pembelajaran juga diperketat. Jika normalnya waktu pembelajaran selama 45 menit dalam satu jam pembelajaran, namun saat ini hanya diperbolehkan selama 20 menit perjam pelajaran.

“Misalkan sebelumnya jumlah siswa dalam satu kelas diisi 28 siswa, maka dalam PTM terbatas ini, siswa yang masuk sebanyak 14 siswa. Kemudian kita perketat lagi jam pembelajarannya, dalam satu jam pembelajaran hanya 20 menit dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ujar dia.

Hery mengungkapkan, dalam pelaksanaan PTM terbatas tergantung kesiapan sarana dan prasarana di sekolah masing-masing. Ada juga yang menerapkan sistem sesi yakni sesi pagi dan sesi siang. Selain itu, lanjut Dia, dalam pelaksanaan PTM terbatas juga tidak semerta-merta dilakukan secara langsung namun tetap memperhatikan persetujuan dari orang tua atau wali murid.

“Sebelum PTM dilaksanakan kita memberikan surat persetujuan terlebih dahulu untuk wali murid. Karena proses PTM terbatas ini pada akhirnya muara dari izin orang tua dan kami sudah atensi kan itu ke sekolah,” ujar dia.

Ia menambahkan, jika di lapangan ada sebagian orang tua yang meminta anaknya untuk mengikuti pembelajaran dengan sistem daring, tetap akan dilayani dan memfasilitasi permintaan tersebut.

“Mengenai surat izin dari orang tua ini merupakan perihal penting. Ketika ada orang tua yang tidak mengizinkan anaknya ikuti PTM terbatas, maka akan kita layani melalui pembelajaran daring. Karena pembelajaran yang kita lakukan saat ini sesuai dengan persetujuan orang tua. Namun sejuah ini belum ada yang mengajukan pembelajaran daring,” ujar dia.

Penulis : Rusdi | Editor : Servio M

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button