NEWS

Polda Babel Tangkap dan Tahan Tujuh Pelaku Pengrusakan KIP Citra Bangka Lestari

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung resmi menetapkan tersangka tujuh orang pelaku kekerasan dan pengrusakan terhadap Kapal Isap Produksi (KIP) Citra Bangka Lestari (CBL) yang terjadi Senin, 12 Juli 2021 lalu.

Penahanan pun langsung dilakukan kepada ketujuh orang tersebut, yakni Suhardi alias Ngikiw warga Dusun Deniang, Heri Susanto alias Nawi warga Dusun Tuing, Edi Hawanto alias Ahaw warga Dusun Air Antu, Panisila alias Renyek warga Deniang, Haryadi alias Beje warga Dusun Cit, Arman Juriadi warga Dusun Tuing, dan Yuliantara alias Kadir warga Dusun Simpang Mapur.

“Para tersangka ditangkap di rumahnya masing-masing kemarin dan terhitung hari ini Selasa, 20 Juli 2021, kita lakukan penahanan,” ujar Anang saat konferensi pers dengan wartawan di Ruang Dialog Publik Mapolda Bangka Belitung, Selasa, 20 Juli 2021.

Tindak pidana kekerasan terhadap orang atau barang serta pengrusakan KIP CBL, kata Anang, telah mengakibatkan kerugian cukup besar yang diperkirakan mencapai Rp8,7 miliar karena KIP tersebut mengalami kerusakan parah.

“Para pelaku ini secara bersama-sama berangkat dari Pantai Air Antu dengan menggunakan kapal untuk naik ke KIP CBL langsung melakukan kekerasan dan pengrusakan di hampir seluruh bagian kapal dengan alat kayu dan besi,” ujar dia.

Adapun barang bukti yang diamankan penyidik, kata Anang, adalah kayu 100 batang dengan panjang satu meter, dua buah DVR CCTV kapal yang membantu pihaknya mengungkap para tersangka, peralatan dari kapal dan navigasi yang sudah dirusak dan karung pasir timah yang dimasukkan ke mesin kapal maupun yang dibuang.

“Saat ini dilakukan pemeriksaan dan pendalaman lagi oleh para penyidik dan ini bisa berkembang tergantung dari hasil pemeriksaan nanti. Saat ini kapal sudah diamankan di Pangkalbalam. Dan barang bukti yang diamankan akan digunakan sebagai proses hukum bagi para tersangka ini,” ujar dia.

Anang menambahkan proses hukum tersebut dilakukan sebagai bentuk upaya pihaknya menunjukkan kepada masyarakat bahwa semua yang melakukan tindakan melanggar hukum di Bangka Belitung harus dilakukan penegakan hukum.

“Prinsipnya di situ. Kalau sekarang baru tujuh orang nanti kita lihat perkembangan. Kita lihat dan pilah apakah dia pelaku utama atau hanya turut serta saja. Kalau tindak pidana seperti ini dibiarkan saja ini akan berlanjut nanti,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button