NEWS

Kajari Babar Imbau Apotek Jangan Ambil Keuntungan Tidak Wajar di Masa Pandemi

Lensabangkabelitung.com, Muntok– Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat (Kajari Babar) Helena Octavianne mengimbau kepada pihak yang mempunyai kepentingan dan pihak terkait seperti penjual obat atau apotek agar tidak mengambil kesempatan untuk mecari keuntungan yang tidak wajar di masa pandemi Covid-19.

“Kepada pihak yang berkepentingan dan pihak terkait seperti penjual obat dan apotek tidak melakukan penimbunan terhadap obat-obatan dan oksigen tersebut dan tidak mengambil kesempatan untuk mencari keuntungan yang tidak wajar terutama saat pandemi sekarang ini mengingat barang-barang tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat terutama bagi pasien Covid-19,” kata Helena Octavianne menegaskan usai tim Kejari Babar melakukan inspeksi dadakan guna mengecek ketersediaan obat dan oksigen di RSUD dan beberapa apotek di Kecamatan Muntok, Kamis, 29 Juli 2021.

Helena Octavianne menyampaikan, inspeksi tersebut dilakukan sesuai dengan perintah Jaksa Agung dengan maksud Kejaksaan harus turut mengamankan, menjaga ketersediaan, dan kestabilan harga obat, alat kesehatan dan oksigen medis yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat.

“Pelaksanaan sidak ini dilakukan selain untuk menjamin keterjangkauan harga obat dalam masa pandemi covid-19 sebagai upaya memenuhi akuntabilitas dan transparansi kepada masyarakat juga untuk mengetahui ketersediaan obat Covid-19 yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan berdasarkan SK Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/4826/2021 tentang Harga Eceran Tertinggi Obat Dalam Masa Pandemi Covid-19,” jelasnya.

Terdapat sebelas jenis obat rekomendasi penanganan Covid-19 yang tidak bisa dibeli tanpa resep dokter diantaranya, Favipiravir 200 mg (tablet), Remdesivir 100 mg (injeksi), Oseltamivir 75 mg (kapsul), Intravenous Immunoglobulin 5 persen 50 ml (infus), Intravenous Immunoglobulin 10 persen 25 ml (infus), Intravenous Immunoglobulin 10 persen 50 ml (infus), Ivermectin 12 mg (tablet), Tocilizumab 400 mg/20 ml (infus), Tocilizumab 80 mg/4 ml (infus), Azithromycin 500 mg (tablet), dan Azithromycin 500 mg (infus).

Penulis: Sepri | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button