LENSA KRIMINALNEWS

Ditpolairud Polda Babel Gagalkan Penyelundupan Bayi Lobster ke Singapura Senilai Rp10 Miliar

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Direktorat Polisi Perairan dan jugaUdara (Ditpolairud) Polda Bangka Belitung berhasil menggagalkan penyelundupan dan pengangkutan ribuan bayi lobster atau benur secara ilegal di Perairan Karang Ular, Bangka Barat.

Penyelundupan tersebut digagalkan setelah satu unit kapal jenis speed lidah dengan tiga orang didalamnya diamankan patroli Tim Hiu Macan Subdit Gakkum Ditpolairud di Perairan Karang Ular, Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Selasa malam, 20 Juli 2021, sekitar pukul 00.30 WIB.

Kapolda Bangka Belitung Inspektur Jenderal Anang Syarif Hidayat mengatakan pihaknya menemukan setidaknya ada 67.600 benur yang tersimpan dalam kantong plastik lalu ditempatkan di 13 kotak berbeda.

“Diperkirakan nilai kerugian negara yang berhasil diselamatkan dari penyelundupan ini sebesar Rp10 miliar. Ini barang terlarang karena kalau sampai lolos harganya kalau terjual kedepan akan jatuh,” ujar Anang saat konferensi pers dengan wartawan di Mapolda Bangka Belitung, Selasa, 20 Juli 2021.

Dari operasi tersebut, kata Anang, pihaknya mengamankan tiga orang nelayan yakni Rinto, Resad dan Mat Diah dengan alamat yang sama di LR Bioskob/Putra buana Sungsang 3 Kecamatan Banyuasin 2 Kabupaten Banyuasin, Sumsel.

“Ketiganya saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan di Mako Ditpolairud untuk selanjutnya diproses guna penyelidikan lebih lanjut. Dari info awal benur ini akan dibawa ke Perairan UPL Batam lalu dibawa ke Singapura,” ujar dia.

Menurut Anang, kasus tersebut sering terjadi di Perairan Bangka Belitung. Hanya saja, kata dia, banyak yang tidak terungkap karena modus yang digunakan adalah bertransaksi saat malam hari karena dianggap ada kelengahan aparat.

“Benih ini pasti dari luar Bangka karena di Bangka sejauh ini tidak ada budidaya lobster. Yang ada di Sumsel dan Lampung. Selat Bangka yang merupakan perairan yang padat dengan ombak yang tidak terlalu besar sehingga mudah dilalui oleh kapal speed kecil. Jadi banyak dilakukan upaya penyelundupan barang terlarang,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button