BANGKA BARATNEWS

BKPSDMD Babar Masih Belum Bahas Sanksi CPNS Tersangka Rapid Test Palsu

Lensabangkabelitung.com, Muntok– Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Bangka Barat masih melakukan rapat pembahasan penetapan sanksi untuk dua CPNS yang menjadi tersangka pemalsuan surat hasil rapid test yang beberapa waktu lalu telah dilaporkan oleh pihak RSUD Sejiran Setason.

“Di kepolisian itu sudah membuat surat ke orang tua masing-masing yang tersangka, jadi ke KSN belum, karena katanya mereka ke orang tua aja, iya CPNS kita,” kata Antoni Pasaribu, Jumat, 23 Juli 2021.

“Artinya masih diperiksa polisi, sanksi nya belum kita rapatkan, karena kita kan kemarin minta status (tersangka) dari (kepolisian), tapi rupanya kemudian (kepolisian) itu memberikan kepada orang tua tersangka ya, surat pemberitahuan kepada orang tua bahwa dia dalam pemeriksaan polisi,” tambahnya.

Antoni menyampaikan pihak BKPSDMD akan berkoordinasi lagi dengan OPD-OPD terkait mengenai masalah dua CPNS tersebut seperti apa nanti kelanjutannya.

“Karena surat dari kepolisian tidak ada, kita tanya ke tim gugus Covid-19 lah nanti dari dinas mana (tersangka tersebut),” jelasnya.

“(Pencabutan) status CPNS? Kita nggak ada istilah (itu), (jika) dia diberhentikan ya sudah, kita nggak bisa ini harus diganti si A si B nggak ada, kalaupun dia (diberhentikan), kita kan nggak mau berandai-andai diberhentikan atau segala macam nggak berani kita, nantikan kita konsultasi juga terkait masalah tindak lanjut ini dengan BKN itu ada,” demikian Antoni Pasaribu.

Penulis: Sepri | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button