NEWS

BEM UBB Beri Predikat “Sang Raje Ngilang” kepada Gubernur, Ini Alasannya

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bangka Belitung (UBB) memberi predikat Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan sebagai “Sang Raje Ngilang”. Dalam bahasa Bangka yang diartikan sebagai orang yang merajai dalam hal menghilang.

Predikat tersebut disematkan BEM KM UBB lewat akun Instagramnya @bemkmubb yang diunggah pada Minggu malam, 18 Juli 2021.

Menurut Ketua BEM KM UBB Rio Saputra, julukan “Sang Raje Ngilang” diberikan karena orang nomor satu di Bangka Belitung tidak merespon mahasiswa yang ingin melakukan audiensi melalui tiga surat yang dikirimkan pada 28 April, 3 dan 6 Mei 2021.

Ketua BEM KM UBB Rio menyayangkan sikap Gubernur yang tidak pernah hadir dalam permasalahan yang dinilai dapat memicu konflik di tengah masyarakat.

“Waktu permasalahan di Teluk Kelabat dalam, kami pernah meminta Gubernur untuk menyikapi, namun Gubernur tidak datang ke lapangan langsung.” ucap Rio saat dihubungi Lensabangkabelitung.com Minggu malam, 18 Juli 2021.

Permasalahan terbaru yang mahasiswa menilai Gubernur merajai sikap menghilang, yakni saat terjadinya konflik antar nelayan dengan Kapal Isap Produksi (KIP) milik PT Citra Bangka Lestari (CBL) yang diduduki para nelayan untuk menuntut tidak ada lagi aktivitas pertambangan mulai dari perairan Matras sampai Pesaren.

“Terakhir kemarin, ketika nelayan Aik Antu menduduki Kapal Isap Produksi (KIP) Citra Bangka Lestari (CBL) ada ultimatum dari nelayan untuk Gubernur bisa menemui nelayan, seharusnya Gubernur selaku pimpinan tertinggi kita walaupun aturan atau izin dari pusat, meskipun beliau tidak memiliki wewenang, seharusnya beliau bisa menemui para nelayan untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Rio.

Mahasiswa menyayangkan sikap Gubernur Babel yang tidak pernah hadir di tengah masyarakat sehingga menimbulkan konflik sampai menimbulkan korban, seperti di Teluk Kelabat Dalam yang mengakibatkan dua nelayan menjadi korban kekerasan saat menggelar aksi unjuk rasa menolak tambang laut.

Rio berharap gubernur bisa lebih terbuka dan bisa berdikusi dengan masyarakat dan mahasiswa untuk mendengarkan aspirasi serta permasalahan yang terjadi di lapangan.

“Tentunya beliau jangan sampai menutup diri, dan diharapkan ketika ada masyarakat atau mashasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi, aksi ini murni gerakan dari BEM KM UBB, tapi ke depannya tidak menutup kemungkinan apabila gubernur masih tidak ada respon ataupun menutup diri, gerakan ini akan kami teruskan ke Sumbagsel ataupun nasional,” ucap Rio.

Menurut informasi yang beredar, pada Rabu, 13 Juli 2021 Gubernur sempat datang ke Aik Antu namun tidak menemui para nelayan, tidak tahu apa alasannya tidak menemui nelayan.

Hingga berita ini diturunkan, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman masih belum memberikan tanggapan terkait pemberian predikat “Sang Raje Ngilang” kepada dirinya. Wartawan Lensabangkabelitung.com telah menghubunginya untuk konfirmasi melalui pesan teks WhatsApp pada Senin pukul 00.02 dini hari, 19 Juli 2021, dan belum direspon. Senin pagi, pukul 09.19 pesan permintaan konfirmasi juga sudah kembali dikirimkan dan belum mendapat tanggapan. Pun, nomor telepon selulernya juga telah dihubungi pada pukul 09.22, meski aktif namun panggilan yang dilayangkan wartawan Lensabangkabelitung.com kepadanya di-decline atau ditolak.

Penulis: Louis BY | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button