NEWS

Balai Benih Keluhkan Retribusi Terlalu Tinggi Kepada Komisi II DPRD Babel

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Kepala Seksi Produksi Balai Benih Pertanian (BBP) Bangka Belitung, dr Yuhendra mengatakan BBP telah menjalankan peternakan ayam merawang dan sapi. Sejauh ini, BBP telah memiliki dua jenis sapi lokal yaitu sapi bali dan sapi brahman.

“Di tahun 2018, Bangka Belitung menerima hibah dari Kementerian Pertanian yakni 65 ekor Sapi Brahman Betina Cross (BX) impor,” ujarnya, saat menerima kunjungan Anggota Komisi II DPRD Bangka Belitung, di UPTD Balai Benih Pertanian, Air Buluh, Mendo Barat. Kamis, 22 Juli 2021.

Dia mengatakan populasi sapi di BBP terus meningkat namun tidak sebanding anggaran perawatan yang dialokasikan pemerintah melalui APBD. Terhitung sejak 2018 hingga 2021, dikatakannya anggaran terus menurun, sementara populasi sapi terus naik.

“Pertambahan populasi itu memang karena anggarannya dari tahun 2018, 2019, 2020 sampai 2021 terus menurun, sementara populasinya keatas anggarannya ke bawah. Tidak sebanding dengan yang harus kita perbuat di sini,” keluhnya.

Lebih lanjut, dia menyebutkan pelayanan retribusi di BBP tahun 2020-2021 dinilai terlalu tinggi oleh pihaknya, ditaksir sekitar Rp 1,7 miliar. Sementara, dia menjelaskan bahwa anggaran yang diterima tahun 2021 hanya cukup pembibitan ternak, sedangkan untuk pembibitan sawit dan lada dipastikan tidak dijalankan faktor anggaran yang tidak mendukung.

“Banyak harapan kami di sini, pertama untuk membentuk lagi potensi PAD dari segi produksinya, namun dari segi anggaran kita tidak dapat dukungan lebih,” tuturnya.

Penulis: Mohammad Rahmadhani | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button