LENSA KRIMINALNEWS

Polda Babel Masih Cari Cara Evakuasi Kapal Hantu yang Terjebak di Hutan Bakau

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Direktorat Polisi Perairan dan Udara Ditpolairud (Polda) Kepulauan Bangka Belitung masih belum bisa mengevakuasi kapal hantu yang terjebak di hutan mangrove Tanjung Jati Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Sebelumnya kapal tanpa nama tersebut dikejar oleh helikopter BKO Mabes Polri pada Sabtu Pagi, 5 Juni 2021, sekitar pukul 06.30 WIB. Pengejaran disertai tembakan tersebut membuat nahkoda kapal kemudian nekat menerobos hutan bakau dengan kecepatan tinggi.

Kapolda Bangka Belitung Inspektur Jenderal Anang Syarif Hidayat mengatakan pihaknya saat ini sedang mengupayakan evakuasi kapal dan mencari barang bukti yang sempat terlihat dibuang Anak Buah Kapal (ABK) ke laut.

“Kita berkoordinasi dengan Polda Sumatera Selatan untuk melakukan proses evakuasi, mengejar pelaku yang kabur dan mencari barang bukti yang dibuang ke laut,” ujar Anang saat memimpin konferensi pers dengan wartawan di Gedung Tribrata Mapolda Bangka Belitung, Senin sore, 7 Juni 2021.

Anang mengakui jika pihaknya mengalami kesulitan melakukan evaluasi karena kondisi geografis wilayah dimana kapal hantu tersebut berada cukup sulit.

“Kapal tersebut berada sekitar 70 meter di dalam hutan. Belum lagi daerah tersebut berbeda dengan Bangka yang memiliki struktur tanah yang keras. Di lokasi tersebut berlumpur. Bahkan untuk menuju lokasi anggota harus berjalan dengan lumpur setinggi pinggang,” ujar dia.

Anang menuturkan pihaknya masih memikirkan cara menarik kapal hantu tersebut ke perairan. Salah satu yang sedang diupayakan, kata dia, adalah menunggu air pasang maksimal.

“Nanti kita lihat seperti apa. Sejauh ini prediksi kita adalah menunggu air pasang tinggi. Kita berkoordinasi dengan Polda Sumatera Selatan juga dalam hal menarik kapal hantu ini lalu dibawa ke Bangka Belitung,” ujar dia.

Anang menambahkan terduga pelaku diatas kapal hantu tersebut diperkirakan sebanyak empat orang karena saat dilakukan olah TKP ditemukan empat pasang jejak kaki yang masing-masing berbeda.

“Kita harapkan ini segera terungkap. Pelaku bisa ditangkap dan ada titik terang soal kasus ini. Dari mana dan kemana kapal tersebut masih belum bisa dipastikan. Termasuk barang apa yang dibawa. Kita hanya menemukan beberapa barang seperti BBM saja di atas kapal,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button