BANGKA BARATNEWS

Nelayan Bakit Minta Aparat Kepolisian Bersihkan Teluk Kelabat Dalam dari Ponton

Lensabangkabelitung.com, Muntok– Saat audiensi di OR II Kantor Bupati Bangka Barat, Ketua Nelayan Bakit, Hendri menyampaikan kepada Wakil Bupati Bangka Barat Bong Ming Ming, Kapolres Fedriansah serta unsur Forkompinda lainnya agar dapat memenuhi permintaan nelayan untuk membersihkan Teluk Kelabat Dalam dari aktivitas ponton yang dinilai mengganggu hasil tangkap ikan.

“Tolong bersihkan ponton yang ada di Teluk Kelabat Dalam, jangan sampai ada sisa satu pun, kalau ada sisa satu nanti dia berkembang biak, kalau ga ada ponton lagi kita melaut jadi lebih nyaman, saya mohon semampu bapak lah, tolong bersihkan,” kata Hendri, Selasa, 8 Juni 2021.

Hendri mengungkapkan, selama ada aktivitas tambang laut menggunakan ponton nelayan sudah banyak merugi. Penghasilan nelayan diakui oleh Hendri sudah berkurang bahkan sampai terkadang modal bahan bakar saja tidak balik sama sekali.

“Kayak depan Tanjung ini Pak, biasanya kita dari akhir November sampe Maret nelayan Bakik itu penghasilannya bisa sampai miliaran loh Pak, kalau udah hancur begini tahun depan kita tidak tahu hasilnya gimana, makanya kita mohon sama bapak-bapak terutama kepolisian, tolonglah Pak, bersihkan,” katanya.

Sementara itu, di acara yang sama Kapolres Bangka Barat, AKBP Fedriansah mengaku jajarannya sudah berkali-kali melakukan penertiban dan sosialisasi terhadap penambangan di area Teluk Kelabat Dalam tersebut.

“Untuk permasalahan tambang sudah jelas, Polri tidak membenarkan adanya kegiatan ilegal, untuk itu beberapa waktu lalu saya sendiri datang, kita tidak mau ada benturan anatara masyarakat penambang dan nelayan, karena pastinya kita hidup saling berdamping, semuanya tujuan mencari nafkah masing-masing,” kata AKBP Fedriansah.

Melanjutkan, AKBP Fedriansah menjelaskan pihak kepolisian tidak bisa melanggar kewenangan wilayah batas hukum. Maka dari itu beberapa waktu lalu Polres Bangka Barat hanya bisa melakukan tindakan sebatas untuk menentukan batas.

“Bukannya kita diam, tapi kewenangan kita cuma sebatas wilayah bakit, memang jika dibiarkan itu akan menular, setelah rapat ini kita akan sounding-kan ke Kabupaten Bangka Induk atau Provinsi, kalau ilegal jelas ilegal, tidak ada kita memberikan kebijakan untuk kegiatan ilegal,” kata dia.

Penulis: Sepri | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button