BANGKANEWS

Unjuk Rasa di Teluk Kelabat Berakhir Ricuh, Nelayan dan Penambang Alami Luka-luka

Lensabangkabelitung.com, Riau Silip – Ratusan nelayan tradisional parairan Teluk Kelabat Dalam melakukan aksi unjuk rasa damai di Perairan Beting Sunur, Teluk Kelabat Dalam, Sabtu siang, 1 Mei 2021.

Ratusan nelayan yang tergabung dari beberapa desa pesisir Teluk Kelabat Dalam ini awalnya menggelar aksi damai. Hingga kemudian para penambang mulai melakukan tindakan provokatif kepada nelayan yang menggelar aksi tersebut.

“Kami kesal karena penambang mengacungkan senjata tapi bukan sajam ke arah nelayan, ada juga penambang dengan sengaja melajukan perahu dengan kecepatan tinggi di antara perahu-perahu nelayan,” Ujar N kepada wartawan.

Dia mengatakan, perahu nelayan itu kecil-kecil, sementara perahu penambang itu besar-besar. “Mesinnya saja ada yang 40 PK, gelombang akibat laju perahu tersebut membuat nelayan kesal,” ujar dia.

Dari pihak nelayan, tercatat ada dua orang mengalami luka-luka karena terkena aksi saling lempar antara nelayan dan penambang. Mereka adalah Mang H (60) dan Bik N (55) mengalami benjol di bagian kepala akibat terkena lemparan balok dari penambang. “Untuk Mang Han, tadi langsung diperiksa ke RS Riau Silip oleh pejabat Pemdes setempat guna dilakukan visum, karena lukanya sukup serius,” ujar N. Adapun dari sisi penambang, belum diketahui berapa jumlah korban.

N mengklaim, dia sudah melaporkan kepada Babinsa mengenai rencana aksi tersebut. Namun sampai aksi dimulai dan terjadi kericuhan, aparat tidak kunjung datang untuk menengahi hingga jatuh korban luka-luka baik dari penambang maupun nelayan. “Aparat kemanan baru datang ke lokasi sekitar pukul satu siamg, sementara aksi sudah bubar karena masa penambang semakin bertambah,” ujar N kepada wartawan.

Mengacu pada peta di Perda Nomor 3 Tahun 2020 Tentang RZWP-3K Bangka Belitung, wilayah Teluk Kelabat Dalam seharusnya nihil dari aktivitas penambangan. Kondisi ini berulang kali dikeluhkan oleh nelayan setempat, bahkan berkali-kali melaporkan kepada aparat berwajib mengenai aktivitas penambangan ilegal, namun penambang tetap beraktivitas dengan nyaman di area yang dilarang oleh negara tersebut.

“Kawasan itu kan kawasan zero tambang dan sudah diatur didalam Perda RZ, dan merupakan kawasan penangkapan ikan nelayan dari banyak desa pesisir di kawasan Teluk Kelabat Dalam, tapi kenapa penambang ini kok seperti kebal hukum,” ujar Y, salah seorang sesepuh nelayan di kawasan itu.

Wartawan mencatat sejak aksi demonstrasi pada 5 April 2021 yang lalu di Kantor PT Timah Tbk di Pangkalpinang, dan Rapat Koordinasi Forkopimda Gubernur Babel dengan seluruh stakehoder pada 15 April 2021, aparat keamanan kerap melakukan kegiatan razia, namun hal itu seperti tidak membuat jera para penambang. Bahkan para penambang sempat melakukan aksi tandingan dengan menuntut DPRD Babel mengambil sikap untuk mengizinkan penambangan di kawasan tersebut sampai Idul Fitri.

Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Belinyu, Kompol Noval Nanusa tidak merespon permintaan wartawan untuk dimintai keterangan terkait kejadian di Teluk Kelabat Dalam hari ini.

Adapun Kapolres Bangka, AKBP Widi Widiyanto, dalam keterangannya, yang dikutip dari Rakyatpos.com memberikan imbuan kepada nelayan Teluk Kelabat Dalam untuk segera membuat laporan ke pihak kepolisian, agar segera diproses.

Penulis: Abdul Roni | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button