BANGKANEWS

Sepuluh Hari menghilang, Warga Belinyu Ditemukan Telah Membusuk

Lensabangkabelitung.com, Belinyu – Warga Kampung Plaben dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat dengan posisi tangan di dada telah membusuk di kolong eks tambang di Kampung Plaben, Kelurahan Romodong, Belinyu pada Sabtu siang, 29 Mei 20201

Dari keterangan tertulis yang diterima Lensabangkabelitung.com, Minggu siang, 30 Mei 2021, mayat yang diketahui berjenis kelamin laki-laki berinisial SB, 42 tahun, adalah warga Kampung Plaben yang bermukim di Bekas Pabrik Batako Kampung Plaben, Belinyu.

Adalah AH, 34 tahun, warga yang pertama kali melihat korban mengapung di permukaan air saat sedang berjalan menyisir pinggir kolong untuk mencari lokasi TI sebu. Lokasi penemuan itu berjarak kurang lebih 200 meter dari tempatnya bekerja.

Kecurigaan AH berawal saat melihat benda mengapung di permukaan saat dia menyusuri tepian eks kolong tambang pada pukul dua belas siang. Karena penasaran, AH mendekati benda tersebut dan melihat sebentuk jari tangan dan kaos. Sontak AH berhamburan menghampiri kawan-kawannya yang berada tak jauh dari TKP.

Setelah dipastikan AH dan kawan-kawannya bahwa yang mereka temukan adalah mayat, AH kemudian melapor ke Arpan, Ketua RT 1 Lingkungan 5 Kampung Plaben yang kemudian bersama-sama ke TKP dan melaporkan penemuan tersebut ke Polisi Sektor Belinyu.

Menerima laporan tersebut, Kapolsek Belinyu, Kompol Noval NG beserta anggota Panit 1 Ops Reskrim, Panit 2 Ops Reskrim, anggota piket dan Bhabinkamtibmas Polsek Belinyu tiba di TKP dan langsung memasang garis polisi.

Keterangan beberapa saksi yang dihimpun pihak Polsek Belinyu dari saksi dan pihak keluarga korban, SB terakhir kali terlihat pada Selasa, 18 Mei 2021 lalu, L yang merupakan adik korban sempat dikabari A, warga Parit 5 Belinyu. A mengabarkan bahwa kakaknya berada dirumahnya dalam keadaan gemetar, namun setelah disusul sang adik, korban sudah terlihat baikan.

Setelah dilakukan indentifikasi yang dipimpin Tim Identifikasi Resor Bangka dan dokter Puskesmas Belinyu, diketahui korban meninggal lebih dari 10 hari yang lalu. Tidak diketahui apa penyebab kematian korban. Pihak Inafis Polres Bangka pun tidak dapat melakukan otopsi karena kondisi mayat dalam keadaan rusak berat akibat lamanya pembusukan di dalam air. Tim juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Pihak keluarga korban mengikhlaskan kejadian yang merenggut orang yang mereka sayangi tersebut. Sekitar pukul empat sore mayat kemudian dibawa ke Kampung Plaben untuk dimakamkan pihak keluarga.

Penulis: Abdul Roni | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button