BANGKA SELATANLENSA KRIMINALNEWS

Selama 12 Hari Operasi Pekat Menumbing 2021, Polres Basel Ungkap 34 Kasus

Lensabangkabelitung.com, Toboali – Selama 12 hari pelaksanaan operasi bersandi Pekat Menumbing 2021, Kepolisian Resort Bangka Selatan berhasil mengungkap berbagai kasus. Terutama, terdiri dari kasus tindak kejahatan dan kasus penyakit masyarakat.

Kapolres Bangka Selatan, AKBP Agus Siswanto mengatakan, dalam 12 hari operasi pekat yang dilakukan yakni dari 31 Maret sampai dengan 11 April 2021, Polres Bangka Selatan berhasil mengungkap 34 kasus.

“Selama operasi pekat, kita berhasil mengungkap 34 kasus yang terdiri dari kasus pengeroyokan 1 kasus, Pencurian dengan pemberatan (curat) 3 kasus, pencurian biasa 1 kasus, judi 2 kasus, premanisme 11 kasus, dan miras 16 kasus,” kata AKBP Agus Siswanto dalam konferensi pers, Kamis 15 April 2021.

Ia menuturkan, dalam operasi pekat, pihaknya berhasil mengungkapkan tersangka yang menjadi target operasi yakni dalam kasus pengeroyokan dan juga kasus pencurian dengan pemberatan.

“Jadi dalam operasi ini kita berhasil mengungkap semua target operasi ditambah non target operasi (TO). Total tersangka yang diamankan berjumlah 39 yang terdiri dari 30 laki-laki dan 9 perempuan. Dari total 39 ini, dua merupakan target operasi,” ujar dia.

AKBP Agus mengungkapkan, selain mengamankan tersangka, pihaknya juga mengamankan barang bukti yakni 1 buah parang dari kasus pengeroyokan, 4 buah BPKB kendaraan bermotor dan 1 unit HP Merk Oppo dari kasus curat. Lalu, 1 lembar karpet yang memiliki gambar berbeda, 4 buah dadu yang memiliki 6 sisi gambar sesuai dgn gambar yg berada di karpet, 1 buah tong yang dilapisi lakban warna merah dan hitam, dan 1 buah penutup tong yang terbuat dari alumnium yang dilapisi busa dari kasus perjudian.

“Untuk kasus miras, barang bukti yang diamankan ini yakni 19 bungkus arak, 33 jerigen arak dan 98 botol miras jenis bir. Dan, untuk barang bukti kasus pencurian biasa yakni 1 unit sepeda motor Yamaha RX King warna hitam tanpa nomor polisi dan 7 batang sawit,” ujar dia.

Selain itu, lanjut Kapolres, diamankan juga barang bukti, 1 buah tali tambang ukuran kurang lebih 50 meter, 4 unit senter untuk di kepala, 1 unit HP merk Nokia beserta 1 buah sim card Telkomsel, 1 buah pisau gagang karet panjang kurang lebih 10 cm, 1 buah pisau bersarung warna kuning panjang kurang lebih 15 cm, 3 buah pisau gandeng bersaung kayu, 2 buah kunci ring, 2 buah tas hitam jenis ransel, 1 buah tas hitam berisi 2,7 kg sarang burung walet, 1 unit sepeda motor Honda Scoopy merah BN 4295 VH, 1 unit sepeda motor Suzuki FU, 1 buah topi warna merah, 1 buah jaket kulit hitam.

“Ada juga barang bukti 46 lembar uang pecahan 2000, 3 lembar uang pecahan 1000, 11 lembar uang pecahan 5000, 12 lembar uang pecahan 10000, 6 lembar uang pecahan 20000, dan kartu remi 108 lembar. Untuk barang bukti uang ini diamankan dari kasus perjudian,” ujar dia.

Ia menambahkan, operasi pekat yang dilakukan untuk mengendalikan atau menekan jumlah penyakit masyarakat yang dampaknya dapat meningkatkan kejahatan. Untuk itu operasi pekat ini dilakukan untuk menekan jumlah kejahatan.

Penulis: Rusdi | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button