BANGKANEWS

Sambil Camping di Pantai Tikus Emas, IGRA Kukuhkan Kepengurusan Baru

Lensabangkabelitung.com, Sungailiat – Dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka, Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Bangka, berkemah atau camping di Pantai Tikus Emas dalam rangka Pengukuhan Kepengurusan baru periode 2021-2025.

Ketua IGRA Kabupaten Bangka, Sari Ferlianita mengatakan, paskamusda yang telah dilaksanakan pada Desember 2020 yang lalu, kegiatan kali ini adalah pengukuhan kepengurusan IGRA yang baru, sekaligus pelatihan kepada tenaga pengajar. Dari 18 sekolah RA se-Kabupaten Bangka lebih dari 100 orang guru, 30 diantaranya mengikuti kegiatan ini yang akan dilaksanakan selama 2 hari, yakni anggal 2 – 3 April 2021.

“Ini kita sudah siap, kita akan menginap satu malam di sini, itu tendanya sudah siap semua agendanya sudah ada sampai besok sore. Dan kita tetap menerapkan 3M sesuai prosedur kesehatan di masa pandemik,” kata Sari kepada wartawan, Jumat, 2 April 2021.

Dalam sambutannya, Sari mengungkapkan, mendidik anak-anak RA punya tantangan tersendiri, karena batas konsentrasi anak hanya 1 menit kali usianya, jadi anak usia 4-5 tahun hanya punya waktu 4-5 menit untuk berkonsentrasi. Di sinilah peranan guru memberikan stimulus kepada anak-anak agar bisa mengembalikan konsentrasi anak-anak untuk kembali fokus ketika belajar.

“Menjadi guru RA harus kreatif, harus sabar. Dalam bermain dan bercerita pun ada tekniknya, tinggi rendahnya suara harus diatur dengan baik, jadi tidak harus monoton,” ujarnya

Dalam kegiatan yang bertajuk PIGURA (Pelatihan Inovatif Guru Raudhatul Afthal) itu, panitia mengadakan pelatihan menggambar kreatif dan bercerita serta pelatihan pembentukan karakter bagi tenaga pendidik, yang di bimbing langsung oleh tenaga pengajar profesional dari Sanggar Bersama. Sementara pada malam harinya akan kegiatan menggambar buta untuk mengaplikasikan apa yang sudah dipelajari dari bimbingan tadi.

Dalam sesi wawancara, Kepala Kemenag Kabupaten Bangka, Haji Syaiful Zuhri, mengungkapkan, kegiatan ini diharapkan bisa membuat tenaga pendidik merasa bahagia, karena ketika seseorang bahagia, maka tidak ada pekerjaan yang terasa berat untuk dikerjakan.

“Maka bangunlah rasa cinta (kepada pekerjaan), sehingga seberat apapun tugas-tugasnya akan terasa lebih mudah,” ujar dia.

Syaiful Zuhri juga mengingatkan untuk tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan, karena kreatif itu kalau hanya sendiri. “Kita tidak tau kreatif atau tidak. Kita baru tahu ketika ada perbandingan, siapa yang labih baik dari siapa dalam berkreasi,” ujar dia.

Salah sorang peserta kegiatan, Siri Zulaikha, mengatakan bahwa kegiatan ini bisa mempererat tali silaturahim antar sesama guru RA se-Kabupaten Bangka. Dia berharap kegiatan semacamanya berlanjut ditahun-tahun berikutnya.

“Seru banget, yang jelas bukan hanya kegiatan biasa, tapi juga ada pelatihan juga menambah kreatifitas guru-guru RA,” ujar Siti.

Penulis: Abdul Roni | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button