NEWS

Realisasi Penerimaan Pajak Bangka Belitung Triwulan I 2021 Turun Hingga 43,34 Persen

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bangka Belitung mencatat pada triwulan I 2021, realisasi penerimaan pajak pusat yang ditatausahakan oleh tiga Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama, yakni KPP Pratama Pangkalpinang, KPP Pratama Bangka, dan KPP Pratama Tanjungpandan sebesar Rp 311,36 Miliar atau 12,62 persen dari target yang ditetapkan pada tahun 2021.

Kepala Kanwil DJPb Bangka Belitung Fahma Sari Fatma mengatakan capaian tersebut turun sebesar 43,34 persen jika dibandingkan triwulan I 2020 dan secara nasional capaian penerimaan pajak sampai dengan triwulan I tahun 2021 juga turun sebesar 4,65 persen.

“Dampak pandemi Covid-19 menyebabkan perlambatan ekonomi secara nasional dan global sehingga berpengaruh besar terhadap capaian penerimaan pajak sampai dengan periode Triwulan I tahun 2021,” ujar Fahma dalam Press Release Evaluasi Kinerja Pelaksanaan APBN Triwulan I Tahun 2021 di Kantor DJPb Bangka Belitung, Rabu, 14 April 2021.

Fahma menuturkan sektor penyumbang penerimaan pajak terbesar di Bangka Belitung pada triwulan I 2021 adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor yang memberikan kontribusi sebesar 21,79 persen dari total penerimaan pajak.

“Jika dibandingkan triwulan I 2020, hanya realisasi penerimaan pajak dari sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang mengalami pertumbuhan, yaitu tumbuh sebesar 102,95 persen,” ujar dia.

Sedangkan penerimaan perpajakan dari sektor lainnya mengalami pertumbuhan minus, kata Fahma, adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor turun sebesar 34,99 persen.

“Sektor pertambangan dan penggalian turun sebesar 71,9 persen, sektor administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib turun sebesar 10,78 persen, sektor industri pengolahan turun sebesar 5,73 persen, sektor jasa keuangan dan asuransi turun sebesar 49,74 persen dan sektor lainnya turun sebesar 55,78 persen,” ujar dia.

Fahma menuturkan untuk presentase kontribusi penerimaan per wilayah di Kepulauan Bangka Belitung adalah sebagai berikut Kota Pangkalpinang sebesar 31,90 persen dengan jumlah penerimaan pajak sebesar Rp 102,93 miliar, Kabupaten Bangka sebesar 22,99 persen dengan jumlah penerimaan pajak Rp 69,79 miliar dan Kabupaten Belitung sebesar 14,96 persen dengan jumlah penerimaan pajak sebesar Rp 47,12 Miliar.

“Sedangkan Kabupaten Bangka Tengah sebesar 9,99 persen dengan jumlah penerimaan pajak sebesar Rp 30,31 Miliar, Kabupaten Bangka Barat sebesar 9,49 persen dengan jumlah penerimaan pajak sebesar Rp 28,79 Miliar, Kabupaten Belitung Timur sebesar 7,34 persen dengan jumlah penerimaan pajak sebesar Rp 22,29 miliar dan Kabupaten Bangka Selatan sebesar 3,33 persen dengan jumlah penerimaan pajak sebesar Rp 10,12 miliar,” ujar dia.

Dalam rangka memberikan stimulus bagi perekonomian di tengah pandemi, Fahma mengatakan terdapat beberapa insentif pajak yang diberikan oleh pemerintah. Fasilitas perpajakan guna penanganan pandemi Covid-19 ini telah diperpanjang hingga Juni 2021 sebagaimana diatur dalam PMK Nomor 9 PMK.03/2021 tanggal 1 Februari 2021.

“Perpanjangan hingga bulan juni ini juga berlaku bagi fasilitas pajak penghasilan bagi anggota masyarakat yang membantu upaya pemerintah memerangi wabah Covid-19 melalui produksi, sumbangan, penugasan, serta penyediaan harta sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2020,” ujar dia.

Sementara itu, penerimaan dari kepabeanan dan cukai mencapai Rp 29,53 Miliar atau 209,4% dari target 2021 yang ditetapkan sebesar Rp14,1 miliar. Selain berperan dalam menghimpun penerimaan negara, KPPBC Pangkalpinang dan KPPBC Tanjung Pandan juga melakukan penindakan hukum sebanyak 33 kali penindakan terhadap upaya penyelundupan Narkotika-Psikotropika-Prekursor (NPP), rokok illegal, MMEA, dan tekstil yang berpotensi merugikan negara hingga Rp 1,79 milliar.

Di sisi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), realisasi PNBP mencapai Rp 44,4 miliar atau 55,6% dari target 2021 yang ditetapkan sebesar 79,9 milliar. PNBP didominasi oleh PNBP dalam bentuk layanan kepolisian, pendidikan, peradilan, dan perhubungan, yang mencapai 80,6 % dari total PNBP. Sedangkan PNBP yang bersumber dari layanan Kementerian Keuangan c.q. Ditjen Kekayaan Negara (KPKNL Pangkalpinang) yang terkait dengan piutang negara, layanan lelang, dan pengelolaan BMN memberikan kontribusi sebesar Rp 565,2 Juta.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button