NEWS

Latihan Atlet tidak Jelas, Target 10 Emas KONI Babel di PON Papua Perlu Ditinjau Kembali

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Target kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bangka Belitung periode saat ini untuk mendulang 10 medali pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua dinilai sulit terwujud karena minimnya waktu persiapan atlet hingga persoalan klasik, yakni anggaran.

Wakil Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Bangka Belitung A Roni Rahman mengatakan target 10 emas di PON Papua perlu ditinjau kembali oleh KONI Bangka Belitung.

“Begitu saudara Elfandi terpilih sebagai ketua, KONI menargetkan 10 emas. Tolong ditinjau kembali 10 emas ini dengan situasi seperti sekarang. Jangan sampai memalukan karena 10 emas itu berat. Setahu saya sepanjang sejarah KONI Babel ikut PON, paling tinggi hanya 2 emas di PON Riau,” ujar Roni dalam rapat pertemuan Gubernur dengan KONI Bangka Belitung kemarin, 5 April 2021.

Roni menuturkan PGSI tidak tahu apa yang menjadi kendala karena anggaran belum juga keluar hingga saat ini. Dengan waktu pelaksanaan PON Papua yang tidak lama lagi, kata dia, akan banyak yang menjadi korban termasuk nama baik Provinsi Bangka Belitung.

“Kami tidak tahu mengapa dana tidak keluar. Tadi dibilang karena tidak pernah sowan, kita tidak tahu apa. Harus ada tindakan cepat apa maunya gubernur. Kalau tidak cepat, bisa jadi korban semua baik atlet, pelatih hingga nama baik provinsi di PON nanti jadi korban juga. Prestasi olahraga itu diukur di PON. Ini menyangkut nama baik semuanya, bukan hanya gubernur atau KONI saja,” ujar dia.

Menurut Roni, kondisi riil atlet PGSI adalah banyaknya kendala untuk pelaksanaan program latihan karena tidak ada dana. PGSI, kata dia, pada 2019 meloloskan satu orang atlit ke PON.

“Awal 2020 sudah ada program dari KONI ada pelatda berjalan. Tetapi karena pandemi Covid-19 jadi disetop. Sampai sekarang tidak ada lagi program latihan atlet kita yang dibantu oleh KONI,” ujar dia.

Roni menambahkan cabang olahraga gulat berpotensi besar meraih medali di PON karena pada saat kejurnas atlit gulat Bangka Belitung berhasil meraih perunggu.

“Waktu itu kita hanya kalah di stamina. Dan sekarang latihan staminanya. Karena support dari KONI tidak ada, latihan tetap berjalan semampu atlet, pelatih dan pengprov saja. Tapi tidak maksimal. Waktu sisa enam bulan sampai sekarang tidak ada program dari KONI apakah pelatda berjalan atau pelatda terpusat. Orang sudah bertahun-tahun latihan kita masih belum apa-apa. Jadi prestasi apa yang harus dicapai di PON nanti. Saya khawatir sekali,” ujar dia.

Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengatakan pihaknya banyak menerima komplain dari atlet sehingga mendasari pihaknya memanggil pengurus KONI Babel dan cabor guna mengetahui bagaimana sebenarnya kinerja para pengurus.

“Ini semakin membuat saya harus memanggil sebetulnya KONI ini kerja atau tidak. Pengprov kerja apa tidak. Kalau kalian (Pengurus) tidak bekerja, sudah bilang saja. Mundur. Bilang saja kalau tidak mampu. Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Daripada memberi malu,” ujar dia.

Dikatakan Erzaldi, persoalan yang dihadapi atlet sebetulnya bisa diselesaikan. Namun hingga pertemuan hari ini, kata dia, belum sekali pun KONI Babel menemuinya untuk membahas soal anggaran.

“Mohon maaf bukan maksud apa. Kalian butuh duit untuk PON. Sedetik pun tidak ada kalian bertemu dengan gubernur yang akan memberikan duitnya. Jangankan bertemu, minta pun tidak. Kalau saya bilang ke DPRD susah kalian. Saya bingung mau prestasi apa. Mohon maaf, sekalipun kita tidak ada duit karena refocusing, bisalah kami bagaimana caranya. Tapi kalian tidak pernah datang. Kalian yang butuh, tidak ada kalian datang. Tidak apalah tidak sowan. Tapi lewat telepon kan bisa,” ujar dia.

Ketua KONI Bangka Belitung Elfandi mengatakan pihaknya tidak ada maksud untuk tidak menemui gubernur untuk membahas masalah anggaran KONI. Namun dia mengatakan ada perasaan segan karena gubernur yang dulu mudah ditemui sekarang susah.

“Mohon maaf untuk bertemu saya merasa segan karena beberapa kali ketemu dan WA saya merasa. Dulu untuk bertemu mudah sekarang susah. Jadi saya menghindar. Bukan berarti tidak mau sowan. Kami mau sowan,” ujar dia.

Disampaikan Elfandi, pihak Dispora mengatakan bahwa sudah ada SK gubernur untuk Dispora menangani KONI. Jadi untuk administrasi dan segala macamnya itu, kata dia, ada di Dispora untuk dilanjutkan ke tempat lain.

“Kami sudah melaksanakan program selama dua tahun lebih. Saya mau tanya pengprov mana yang tidak dibantu untuk kualifikasi. Bisa lolos PON sampai 84 orang dari 20 cabang olahraga. Jaman kita, semua kita bantu baik dari program Babel Pacak, maupun program kejurnas cabor,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button