BANGKA TENGAHLENSA KRIMINALNEWS

Kolektor Timah Kolong Merbuk yang Diamankan Ditreskrimsus Cuma Diminta Konfirmasi

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bangka Belitung Komisaris Besar Haryo Sugihartono membantah telah menangkap dua orang kolektor timah ilegal yang menampung hasil timah ilegal di Kawasan Kolong Kenari, Merbuk dan Pungguk di Koba Kabupaten Bangka Tengah.

Sebelumnya dua orang kolektor timah ilegal IS dan SB disebut telah ditangkap anggota Ditreskrimsus hari ini karena diduga kuat sebagai kolektor atau penampung timah ilegal Kolong Kenari, Merbuk dan Pungguk yang merupakan kawasan eks Kontrak Karya (KK) PT Koba Tin.

Haryo membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan dua kolektor timah karena diduga menampung timah ilegal. Namun dia menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan hanya pengamanan untuk dimintai konfirmasi dan bukan penangkapan.

“Benar. Tapi sifatnya hanya mengamankan dulu untuk dikonfirmasi. Bukan ditahan,” ujar Haryo kepada Lensabangkabelitung.com, Rabu malam, 28 April 2021.

Haryo menuturkan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kedua kolektor timah tersebut. Hingga saat ini, kata dia, pihaknya juga belum mengamankan barang bukti.

“(Ditahan) Tidaklah. Masih lidik. Barang bukti belum diamankan, masih di TKP,” ujar dia.

Aktivitas penambangan di Koba itu masih banyak mendapat penolakan ditengah-tengah masyarakat. Sebelumnya salah satu pengusaha Hotel Osela, Acing sudah mengaku memiliki ponton tambang ilegal di kawasan tersebut. Namun Acing menolak jika disebut memiliki banyak ponton tambang.

“Siapa bilang bos. Ponton ku cuma satu. Bakar saja kalo orang bilang yang saya bos. Jadi mana yang ditunjuk orang dibakar saja kalo katanya pontonku. Hoak tu,” ujar Acing saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Minggu, 11 April 2021 lalu.

Acing menuturkan siap membantu membelikan bensin dan bersama-sama membakar ponton tambang yang disebutkan miliknya itu. Untuk itu dia meminta pihak yang menuduh ponton tambang tersebut punyanya untuk tidak berbicara sembarangan.

“Kalau makan boleh kita sembarangan asal kita bisa menelannya. Kalau ditanya dan saya bilang tidak, ya sudah. Kalau ada ya buktikan. Kadang-kadang hidup ini kawan yang benar-benar kita percaya bisa mengejutkan kita. Ampun lah. Entah apa tujuannya. Takut benar dengan duit,” ujar dia.

Acing sendiri tidak menjawab ketika ditanyakan sudah sejak berapa lama membuka tambang di lokasi tersebut dan kemana menjual hasil timah yang didapat.

“Entahlah. Perut lapar bos. Itu iseng jadinya. Mau nyarik pucuk ubi dan sayur tidak ada. Jadilah tumis belacan,” ujar dia.

Penulis : Servio, Hendry | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button