NEWS

Instruksi Gubernur Tidak Dianggap di Pelabuhan Pangkalbalam, Kapal Sandar Tidak Bongkar Muat

Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman melakukan kunjungan ke Pelabuhan Pangkalbalam guna mengecek aktivitas bongkar muat pada malam hari.

Erzaldi mengatakan kunjungan tersebut dilakukan karena selama ini pihaknya melihat banyak waktu yang terbuang karena di Pelabuhan Pangkalbalam tidak bekerja di malam hari.

“Padahal ini sayang. Kita ingin dari sekarang dan seterusnya, kerja disesuaikan dengan keberadaan sandar kapal. Jangan sampai kapal sudah bersandar, karena malam terus menunggu untuk dibongkar besok. Ini tidak mungkin dan pasti tidak akan efisien,” ujar Erzaldi kepada wartawan di Pelabuhan Pangkalbalam, Senin malam, 26 April 2021.

Menurut Erzaldi, ketidakefisienan yang terjadi di pelabuhan akan berdampak pada harga barang di masyarakat. Pihaknya, kata Erzaldi, ingin operasional pelabuhan jadi lebih efisien, efektif dan tenaga kerjanya pun terbagi.

“Saya melihat hari ini kerja malam oleh Pelindo dan PTP melakukan bongkar muat ke Singapura. Saya memberi apresiasi kerja cepat, kerja efisien dari Pelindo, KSOP dan kawan-kawan lainnya sehingga ini bisa dilakukan kerja malam,” ujar dia.

Namun Erzaldi tampak sedikit kecewa karena melihat ada kapal yang bersandar tetapi tidak melakukan bongkar muat dan malah menganggu kapal lain yang mau kerja.

“Ini tidak boleh terjadi. Ternyata masih ada beberapa perusahaan kapal yang belum mematuhi instruksi gubernur dalam rangka efisiensi dan percepatan pemulihan ekonomi. Bagi kita pelayanan harus efisien karena pelabuhan merupakan pintu masuk gerbang pengembangan ekonomi,” ujar dia.

Erzaldi menuturkan dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil beberapa agen kapal, perusahaan bongkar muat dan perwakilan yang berkaitan dengan bongkar muat untuk dipertemukan dan didiskusikan kenapa perusahaan itu tidak melakukan bongkar muat.

“Jangan sampai nanti demurrage (kelebihan waktu berlabuh -red), karena lama bersandar itu juga tidak efisien. Saya khawatir ketidakefisienan ini ditumpahkan ke konsumen. Dan barang di Babel jadi mahal. Kita berupaya terus dan kita berkeinginan catatan devisa ekspor kita meningkat,” ujar dia.

Erzaldi menambahkan selama ini orang menganggap ekspor dari Babel sulit karena pasang surut air. Meski tidak membantahnya, namun Erzaldi mengatakan itu masih bisa ditanggulangi sambil menunggu pengembangan pelabuhan Pangkalbalam berikutnya yang dilaksanakan pada tahun ini.

“Waktu bongkar yang dilakukan pada malam hari bisa kita lakukan dan itu merupakan salah satu solusi bagi kita untuk memperbesar ekspor kita dari Babel. Jangan sampai setiap mau ekspor kirim dulu ke Jakarta, Lampung dan sebagainya. Kita perlu memberikan kemudahan karena selama ini informasi tidak sampai kepada masyarakat kita yang membutuhkan kapal untuk membawa komoditi ekspor,” ujar dia.

Penulis: Servio M | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button