BANGKA SELATANLENSA DAERAHLENSA KRIMINALNEWS

Dugaan Praktek Mafia Tanah di Desa Jeriji Resmi Dilaporkan ke Polisi

Lensabangkabelitung.com, Toboali– Badan Perwakilan Desa (BPD) bersama perwakilan masyarakat Desa Jeriji Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan melaporkan dugaan praktek mafia tanah dengan modus menjual tanah negara terlantar yang belum dikelola dan dikuasai oleh pihak manapun ke Polres Bangka Selatan.

Anggota BPD Desa Jeriji Isharyanto mengatakan laporan tersebut sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat terkait dugaan praktek mafia tanah yang diduga dilakukan oleh beberapa oknum masyarakat kepada oknum pengusaha.

“Kita sudah mengupayakan penyelesaiannya di tingkat desa namun tidak selesai. Kemudian Pemdes kami juga sudah bersurat ke Kecamatan untuk membantu menyelesaikannya, namun sampai saat ini tidak ada respon. Makanya hari ini kami melaporkan langsung ke Kapolres dan suratnya tadi sudah diterima oleh petugas di seksi umum Polres,” kata Isharyanto kepada wartawan, Kamis, 22 April 2021.

Ia menuturkan, pihaknya bersama dengan pemerintah desa dan masyarakat sudah turun ke lokasi yang perjualbelikan yaitu di daerah Cambai dan sekitarnya. Menurut dia, wilayah itu secara historis masuk dalam wilayah administrasi Pemerintah Desa Jeriji.

“Setelah kami cek ternyata memang benar sebagian lahan yang dijual itu adalah tanah negara terlantar yang belum dikelola dan dikuasai oleh pihak manapun dalam bentuk hutan Padang. Secara historis itu masuk wilayah administrasi pemerintah desa Jeriji. dari keterangan kuasa pembeli mereka sudah membeli lahan seluas 53 hektar kepada beberapa oknum masyarakat dan sebagiannya masih berbentuk hutan,” ujar dia.

Ia berharap laporan tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak Polres agar tidak terjadi gesekan ditengah-tengah masyarakat dan juga tidak merugikan masyarakat, desa dan daerah yang mewakili negara.

Warga Desa Jeriji, Miki membenarkan bahwa lahan yang diperjualbelikan oleh oknum masyarakat kepada oknum pengusaha tersebut sebagian merupakan tanah negara yang masih terlantar yang belum pernah dikelola dan dikuasai oleh pihak manapun lalu kemudian diklaim dan langsung dijual oleh oknum masyarakat ke oknum pengusaha.

“Kalau ini tidak segera dituntaskan maka akan habis hutan negara yang masih terlantar ini diperjualbelikan oknum masyarakat yang tidak punya hak ke oknum pengusaha. terus kami dan anak cucu kami nanti mau bertani dimana, kalau lahannya sudah habis dijual. makanya kami laporkan ke BPD dan Alhamdulillah cepat ditanggapi,” ujar dia.

Kabag Ops Polres Bangka Selatan AKP Surtan Sitorus seizin Kapolres Bangka Selatan AKBP Agus Siswanto membenarkan adanya laporan tersebut.

“Surat pengaduannya sudah masuk ke kita dan masih di meja Pak Kapolres karena tujuan suratnya ke Kapolres langsung. kita tunggu tindak lanjut disposisi beliau nanti seperti apa ya karena beliau hari ini masih ada kegiatan,” ujar dia.

Penulis : Rusdi | Editor : Servio M

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button