NEWS

Wacana Alun-Alun Gelora Muntok, Ini Dampak Ekonomi Menurut Akademisi UBB Devi Valeriani

Lensabangkabelitung.com, Muntok – Wacana pengalihan fungsi Gelora Muntok menjadi alun-alun masih belum tampak terealisasi. Saat ini diketahui, masyarakat pegiat sepakbola yang biasa menggunakan Gelora Muntok sebagai lapangan bola masih belum menyatakan sikap setuju selama Pemerintahan Daerah Kabupaten Bangka Barat belum memberikan solusi tempat lain sebagai pengganti.

Sementara itu, Kecamatan Muntok bersama Organisasi Anak Muntok Punya Gawe (AMPeGe) telah memindahkan sebagian pelaku UMKM ke samping Lapangan Gelora secara bertahap. Diketahui dari Camat Muntok, Sukandi beberapa hari lalu, sebagian pedagang atau pelaku UMKM belum mau pindah ke lokasi yang telah disediakan di samping lapangan Gelora sebab merasa sempit jika terlalu banyak yang berjualan di spot dagang tersebut.

Akademisi dari Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung (UBB), Devi Valeriani menjelaskan pengertian alun-alun yang sebenarnya merupakan suatu lapangan terbuka luas, berumput, dikelilingi oleh jalan dan dapat digunakan untuk kegiatan masyarakat yang beragam baik kegiatan ekonomi, sosial, budaya bahkan politik. Alun-alun juga bisa menjadi sebuah ikon yang memiliki ciri khas dan kearifan lokal yang sesuai dengan daerah tersebut.

Lebih lanjut dikatakannya, alun-alun bisa difungsikan sebagai taman kota dan sentra ekonomi yang menjadikannya sebagai sebuah aset tersendiri. Dampak dari pembangunan alun-alun beragam, mulai dari lingkungan, ekonomi hingga kemacetan.

Mengutip teori Soewarno (2003), Devi memaparkan ada beberapa dampak positif dari pembangunan alun-alun diantaranya seperti meningkatkan investasi dan kegiatan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, meningkatkan pembangunan secara ekonomi maupun infrastruktur, membantu menyebarkan budaya dan kearifan lokal masyarakat.

Maka dari itu, Devi mengatakan alun-alun perlu perhatian tertentu dari masyarakat dan stakeholder. Karena, Devi menilai dengan kehadiran alun-alun akan terjadi aktivitas ekonomi setiap harinya mulai dari pedagang asongan, kuliner, dan para pelaku UMKM dengan berbagai produk lainnya yang akan ambil bagian.

“Pelaku usaha yang berjualan di sekitar alun-alun sudah pasti mendapatkan dampak ekonomi, mereka memperoleh pendapatan dari hasil jualannya. Pendapatan tersebut akan digunakan untuk konsumsi, saving, investasi, dan penambahan modal usaha yang berujung terhadap peningkatan ekonomi daerah,” jelas Devi, Sabtu, 6 Maret 2021.

“Alun-alun yang ideal sebaiknya berfungsi sebagai tempat yang menyenangkan, aman, bersih, indah dan juga terawat. Karena alun-alun merupakan salah satu ruang bagi masyarakat untuk berdialog, bersendagurau, bersilaturahmi termasuk beraktivitas kebugaran. Orang tua bersama anak-anaknya, atau remaja bersama teman-temannya dapat melakukan rekreasi sambil menikmati kuliner lokal,” demikian Devi Valeriani.

Penulis: Sepri

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button