LENSA KRIMINALNEWS

Sakit Hati Sehingga Bunuh Istri, Awi Kini Menyesal

Lensabangkabelitung.com, Muntok – Pelaku kasus pembunuh yang terjadi di Desa Air Kuang Kecamatan Jebus Kabupaten Bangka Barat, Awi mengungkapkan alasan ia menghabisi nyawa Umi dan Bakar lantaran sakit hati. Awi curiga, Istrinya Umi dan laki-laki bernama Bakar itu mempunyai hubungan khusus.

“Sakit hati, cerita itu hampir dua puluh delapan tahun, saya memang tidak ada bukti melihat dia berzinah, tapi menjerumus ke arah itu. Kalau saya cerita mungkin kalian tidak percaya, saya tidak ada memfoto atau apa,” kata Awi, Selasa, 16 Maret 2021.

Ketika ditanya mengapa tidak mengajukan perceraian saja jika yakin bahwa istrinya selingkuh, Awi menjawab masih sayang lalu menangis.

“Menyesal benar saya, melihat tangan anak saya terluka dan istri saya meninggal saya nyesal, iblis (telah) menggoda saya. Pesan saya kepada anak saya dan keluarga, dan keluarga yang saya bacok saya minta maaf, yang tidak memaafkan biarlah, biar saya tanggung sendiri, karena saya memang berdosa,” ungkap Awi sembari menangis.

Sementara itu Kapolres Bangka Barat, AKBP Fedriansah menyatakan ada dua Laporan Polisi (LP) berbeda pada kasus pembunuhan yang terjadi pada tanggal 14 Maret 2021 lalu ini.

LP yang pertama atas nama Bakar merupakan pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal dua puluh tahun karena memang dari awal ada persiapan sebelum melakukan pembunuhan.

LP yang kedua atas nama Umi dan anaknya yang menyangkut kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan ancama maksimal lima belas tahun penjara.

“Untuk dua LP ini secara kumulatif ya di atas tiga puluh tahun, kalau secara maksimal, untuk ancaman kepada pelaku tersebut,” demikian AKBP Fedriansah.

Penulis: Sepri | Editor: Donny Fahrum

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button